Akses Jalur Terdampak Longsor di Tratung – Padang Sidempuan Mulai Terbuka

Daerah, Lingkungan242 Dilihat

Tapanuli Selatan (Riaunews.com) – Upaya kolaboratif antara pemerintah pusat dan daerah dalam penanganan darurat bencana hidrometeorologi di Sumatra Utara mulai menunjukkan hasil. Sejumlah akses yang sebelumnya terputus akibat longsor kini perlahan kembali dapat dilalui, termasuk jalur strategis Tarutung–Padang Sidempuan yang juga menjadi penghubung Medan menuju Padang, Sumatra Barat.

Berdasarkan pantauan BNPB pada Senin (1/12), sejumlah alat berat dikerahkan di jalan lintas Tarutung kilometer 12, Dusun Bupayung, Desa Luat Lombang, Kecamatan Sipirok hingga Batu Jomba. Petugas gabungan dari Dinas Pekerjaan Umum, TNI, dan Polri turut melakukan pembersihan secara semi-manual untuk mempercepat proses pembukaan akses.

Dari keseluruhan titik yang terdampak, 11 di antaranya kini dapat dilalui kendaraan tertentu dengan kecepatan terbatas. Hanya beberapa titik tersisa yang ditargetkan akan pulih dalam waktu dekat. Sejumlah kendaraan, mulai dari sepeda motor hingga sedan kecil, telah dapat bergerak lebih jauh dari sebelumnya, sehingga distribusi logistik kembali berjalan dan masyarakat yang sempat terisolasi dapat dijangkau.

Di jalur Tarutung–Sibolga, kondisi serupa juga terlihat. Akses telah tembus hingga Dusun Sibalanga Jae, Kecamatan Adiankoting, Tapanuli Selatan, memudahkan distribusi bantuan ke lokasi pengungsian. Kemajuan pembukaan jalan ini turut memperlancar operasi pencarian dan pertolongan (SAR) serta mempermudah PLN dalam memulihkan jaringan listrik di wilayah terdampak.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menegaskan bahwa pembukaan jalur merupakan kunci percepatan penanganan darurat. “Pembukaan jalur ini, baik Tarutung–Padang Sidempuan maupun Tarutung–Sibolga, adalah kunci agar bantuan bisa segera tersalurkan dan pemulihan infrastruktur dasar bisa berjalan cepat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menyampaikan bahwa berbagai upaya terus dilakukan untuk menjangkau wilayah yang masih terisolasi. Sebanyak lima helikopter BNPB dan TNI AD telah dikerahkan dari Bandara Sisingamangaraja XII, Silangit, untuk mengangkut logistik ke titik-titik yang belum dapat diakses jalur darat. Pasukan TNI dan Polri juga diturunkan membawa bantuan dengan berjalan kaki menembus lokasi longsor.

“Pasukan TNI juga bergerak membawa logistik dengan ransel untuk membantu masyarakat yang terjebak di jalur Tarutung–Sibolga dan wilayah lainnya,” kata Suharyanto.

Ia menambahkan, sejumlah desa mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan meski beberapa wilayah masih memerlukan waktu untuk kembali normal. Pemerintah memastikan seluruh sektor terkait terus bekerja secara terpadu demi percepatan penanganan darurat hingga tahap pemulihan nanti.

Komentar