Pekanbaru (riaunews.com) – Kasus HIV dan AIDS di Provinsi Riau kembali menunjukkan tren peningkatan, dengan Kota Pekanbaru tercatat sebagai wilayah dengan laporan tertinggi. Kondisi ini mendapat perhatian serius dari Ketua TP PKK Kota Pekanbaru, Sulastri Agung.
Sulastri mengaku prihatin sekaligus terkejut dengan perkembangan data tersebut. Ia menegaskan perlunya langkah intensif untuk memperluas skrining kesehatan bagi masyarakat. “Ini sangat mengejutkan bagi kami di Pemko Pekanbaru. Ini menjadi perhatian serius agar kita lebih konsen melakukan skrining kesehatan,” ujarnya.
Ia menilai penyebaran HIV kerap sulit dideteksi pada tahap awal karena gejalanya tidak selalu tampak. Karena itu, Pemko Pekanbaru akan menggencarkan edukasi dan sosialisasi mengenai pencegahan dan bahaya penyakit menular. “Kita harus sosialisasikan lagi tentang bahaya dan dampaknya, termasuk mendorong masyarakat menjauhi perilaku berisiko,” jelasnya.
Kolaborasi lintas sektor juga akan diperkuat, terutama di bidang pendidikan. Sulastri menekankan pentingnya memberikan pemahaman kesehatan reproduksi yang benar kepada anak-anak dan remaja. “Orang tua harus memperhatikan perilaku anaknya. Kami menerima laporan adanya kasus anak sekolah yang terlibat aktivitas berisiko, dan ini akan kita telusuri,” tegasnya.
Data Dinas Kesehatan mencatat peningkatan kasus dalam tiga tahun terakhir. Pada 2023 terdapat 408 kasus HIV dan 165 kasus AIDS. Angka itu naik pada 2024 menjadi 474 kasus HIV dan 174 kasus AIDS. Sementara pada 2025, hingga September tercatat 264 kasus HIV dan 46 kasus AIDS, total 310 kasus. Kelompok paling terdampak adalah laki-laki usia produktif 25–49 tahun dengan pekerjaan dominan di sektor swasta dan wiraswasta.
Pemko Pekanbaru memastikan upaya edukasi, perluasan layanan kesehatan, dan deteksi dini akan terus ditingkatkan sebagai langkah menekan penyebaran HIV/AIDS di masyarakat.







Komentar