Jakarta (Riaunews.com) – Pakar Kesehatan Masyarakat Prof. Tjandra Yoga Aditama menilai Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berpotensi meningkatkan motivasi anak untuk bersekolah karena memberikan manfaat langsung bagi kesehatan dan proses belajar. Menurutnya, anak-anak lebih bersemangat datang ke sekolah ketika mereka mendapatkan asupan bergizi yang mendukung tumbuh kembang.
Prof. Tjandra juga menyoroti dampak sosial dari meningkatnya motivasi belajar tersebut, termasuk potensi penurunan angka pernikahan dini. Ia menyebutkan, anak yang tidak bersekolah lebih rentan dinikahkan, sehingga ketika program ini mendorong anak untuk tetap berada di bangku pendidikan, risiko menikah muda dapat ditekan.
Ia menjelaskan Program MBG memiliki empat tujuan besar yang saling berhubungan, yaitu peningkatan gizi, kesehatan, pendidikan, serta dampak ekonomi dan sosial. Jika dijalankan dengan baik di suatu daerah, keempat aspek tersebut dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap masa depan anak-anak.
Lebih jauh, Prof. Tjandra menyampaikan bahwa program ini juga relevan dengan capaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) 2030. Selain berkaitan dengan kesehatan pada Goal 3, Program MBG turut berkontribusi pada pencapaian tujuan mengatasi kelaparan (Goal 2) dan peningkatan pendidikan (Goal 4).
Selain memperbaiki gizi anak, Prof. Tjandra menilai program tersebut dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya hidup sehat. Ia meyakini intervensi seperti MBG mampu mendorong perubahan perilaku positif di tingkat keluarga dan komunitas.
Dengan berbagai manfaat yang meliputi kesehatan, pendidikan, dan sosial, Prof. Tjandra memandang Program MBG sebagai langkah strategis untuk memperkuat masa depan generasi muda. Ia pun mendorong pemerintah memastikan pelaksanaannya berjalan efektif agar manfaatnya dirasakan secara merata oleh anak-anak di seluruh daerah.







Komentar