Pacu Jalur 2025 Raup 1,6 Juta Wisatawan, Perputaran Uang Capai Rp165 Miliar

Kuantan Singingi (Riaunews.com) – Festival Pacu Jalur Tradisional 2025 di Kabupaten Kuantan Singingi, Riau, kembali mencatat prestasi gemilang. Selama lima hari penyelenggaraan, jumlah kunjungan wisatawan melonjak drastis hingga menembus 1,6 juta orang, naik signifikan dibandingkan tahun lalu yang sekitar 1,3 juta orang.

Pemerintah Kabupaten Kuansing mencatat dampak ekonomi yang ditimbulkan sangat besar. Selama festival berlangsung, perputaran uang mencapai Rp165 miliar. Lonjakan ini menunjukkan potensi pariwisata Riau untuk terus berkembang pesat, terutama dengan dukungan acara budaya berskala nasional seperti Pacu Jalur.

Meski begitu, sejumlah tantangan masih membayangi. Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Riau, Heni Kartikawati, menyebut keterbatasan akomodasi menjadi kendala utama. “Sebagian besar wisatawan terpaksa menginap di Pekanbaru atau rumah warga dengan fasilitas seadanya,” ujarnya dalam konferensi pers kinerja APBN Riau, Senin (29/9).

Selain itu, masalah kebersihan juga menjadi sorotan. Sampah dari pengunjung yang dibuang ke sungai saat perlombaan menimbulkan persoalan lingkungan. Harga tiket menonton yang melonjak tinggi turut memicu keluhan dari masyarakat dan wisatawan.

Heni menambahkan, rencana pembangunan Waterfront City sebagai sarana penunjang Pacu Jalur masih terhambat keterbatasan ruang fiskal daerah. “Kebutuhan dana pembangunan Waterfront City mencapai Rp221 miliar. Namun hingga kini, belum bisa terealisasi karena terbatasnya anggaran daerah,” jelasnya.

Untuk mengatasi kendala itu, Heni berharap dukungan pemerintah pusat melalui DAK Non-Fisik Dana Pelayanan Kepariwisataan. Menurutnya, dana tersebut dapat digunakan untuk memperkuat pengelolaan pariwisata, meningkatkan layanan keselamatan dan keamanan destinasi, hingga operasional pusat informasi wisata. “Momentum Pacu Jalur bukan hanya ajang olahraga tradisional, tapi juga simbol kebangkitan ekonomi daerah,” tegasnya.

Komentar