Jakarta (Riaunews.com) – Presiden Prabowo Subianto mendorong peningkatan kualitas layanan kesehatan nasional dengan menargetkan seluruh kabupaten dan kota di Indonesia memiliki rumah sakit yang memadai, termasuk di wilayah-wilayah terpencil.
Hal tersebut disampaikan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin usai mengikuti rapat bersama Presiden Prabowo di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (5/8). “Beliau ingin kalau bisa 514 kabupaten dan kota semua rumah sakitnya bagus-bagus,” ujar Budi.
Budi menegaskan bahwa pembangunan rumah sakit di daerah terpencil menjadi salah satu fokus utama dalam program layanan kesehatan Prabowo. Dari total 32 rumah sakit yang direncanakan, 22 di antaranya telah dilakukan peletakan batu pertama (groundbreaking), sementara 10 sisanya akan menyusul di semester kedua tahun ini.
“Diharapkan mungkin 12 sampai 15 rumah sakit bisa selesai juga di tahun ini,” tambahnya.
Ia juga menyampaikan bahwa respons masyarakat atas pembangunan fasilitas kesehatan di daerah sangat positif, khususnya di kawasan yang selama ini kurang mendapatkan perhatian.
“Masyarakat senang sekali dengan pembangunan rumah sakit-rumah sakit di daerah-daerah seperti Reda Bolo, di Borong — itu daerah yang pasti teman-teman nggak pernah dengar lah — Konawe, Buton, Anambas, Taliabu, di Nias. Itu daerah-daerah yang memang Bapak Presiden perhatikan,” jelas Budi.
Langkah ini menjadi bagian dari visi pemerataan pembangunan Prabowo di sektor kesehatan, dengan harapan akses layanan medis yang layak dapat dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat Indonesia, tanpa terkecuali.







Komentar