Israel Langgar Gencatan Senjata, Lancarkan Serangan Udara Besar-besaran ke Lebanon

Utama901 Dilihat

Beirut (Riaunews.com) – Pesawat tempur Israel melancarkan serangan udara besar-besaran di Lebanon selatan dan timur pada Kamis (31/7), menandai eskalasi tajam dalam konflik regional sekaligus pelanggaran terbaru terhadap perjanjian gencatan senjata yang tengah berlaku.

Menurut laporan kantor berita nasional Lebanon (NNA), serangan udara Israel menyasar sejumlah wilayah strategis, termasuk Lembah Bekaa serta distrik Baalbek dan Jezzine. Di Lebanon selatan, jet tempur menyerang kota Mahmoudiyeh dan Khardali di distrik Jezzine dengan tiga kali serangan, serta tiga serangan tambahan di dekat kota Jarmaq di wilayah yang sama.

Serangan juga mengguncang wilayah pegunungan di timur, antara daerah terjal Kheraybeh dan Brital, serta wilayah Shaara yang berbatasan langsung dengan kota Janta di Lembah Bekaa. Wilayah Nasiriyah dan Tallet al-Sunduq di distrik Zahle, Bekaa, turut menjadi sasaran gempuran.

NNA menyebutkan bahwa pinggiran Brital kembali menjadi target serangan udara, sementara dua serangan terakhir menghantam perbukitan yang membentang antara Kheraybeh dan Brital. Total serangan di kawasan timur mencapai tujuh kali serangan dalam satu hari.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai jumlah korban jiwa maupun luka akibat serangan tersebut.

Eskalasi ini memperparah ketegangan antara Israel dan kelompok Hizbullah Lebanon yang meningkat sejak beberapa bulan terakhir, dan menimbulkan kekhawatiran atas potensi meluasnya konflik di kawasan. Pemerintah Lebanon belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait serangan terbaru ini.

Komentar