Damaskus (Riaunews.com) – Pasukan Israel kembali melancarkan serangan terhadap fasilitas militer di Kiswah, pinggiran Ibu Kota Damaskus, Suriah, pada Rabu (27/8/2025). Pesawat tempur Israel dilaporkan menyerang sejumlah lokasi di wilayah tersebut, meski hingga kini belum ada laporan resmi mengenai jumlah korban jiwa maupun luka.
Seorang sumber militer Suriah mengatakan kepada Al Jazeera bahwa pasukan Israel melakukan operasi pendaratan menggunakan empat helikopter. Puluhan tentara dan peralatan pelacakan dikerahkan dalam operasi itu, dengan durasi lebih dari dua jam di lokasi. Meski demikian, tidak terjadi baku tembak dengan tentara Suriah.
Serangan terbaru ini berlangsung sehari setelah serangan drone Israel di wilayah yang sama menewaskan enam tentara Suriah. Intensitas serangan Israel ke Suriah belakangan ini memicu kecurigaan pemerintah Presiden Ahmed Al Sharaa bahwa militer Zionis tengah berupaya memperluas kendali di negara tersebut.
Kementerian Luar Negeri Suriah mengecam keras aksi Israel dan menyebutnya sebagai pelanggaran berat terhadap hukum internasional, Piagam PBB, serta kedaulatan dan integritas wilayah Suriah. “Serangan ini adalah bentuk agresi terbuka yang tidak dapat dibenarkan,” demikian pernyataan resmi Kemlu Suriah.
Israel diketahui telah melancarkan ratusan serangan terhadap aset militer di Suriah sejak tumbangnya rezim Bashar Al Assad pada Desember 2024. Selain itu, Israel juga memperluas pendudukannya di Dataran Tinggi Golan dengan merebut zona penyangga demiliterisasi, yang menurut Suriah merupakan pelanggaran terhadap perjanjian pelepasan diri tahun 1974.







Komentar