Guru di Madrid Duduki Unjuk Rasa, Desak Embargo Senjata ke Israel

Internasional, Utama248 Dilihat

Madrid (Riaunews.com) – Puluhan guru di Spanyol melakukan aksi duduk di pusat budaya Circulo de Bellas Artes, Madrid, Selasa (2/9/2025). Mereka menuntut pemerintah memberlakukan embargo senjata terhadap Israel di tengah agresi militer yang masih berlangsung di Jalur Gaza.

Aksi ini diprakarsai kolektif Greater Palestine: Education against Genocide dan awalnya dimulai dengan rapat guru. Namun, pertemuan tersebut berlanjut menjadi aksi duduk yang melibatkan sekitar 60 pendidik serta sejumlah tokoh budaya.

“Kami tidak akan pindah dari sini,” ujar Carlos Diez, guru sekolah menengah berusia 63 tahun yang menjadi salah satu penggerak aksi, seperti dikutip El Diario.

Para pendidik mendesak kabinet Spanyol segera mengesahkan dekrit penghentian penjualan senjata kepada Israel. Mereka juga berencana menggerakkan dewan-dewan pendidikan di seluruh negeri untuk mengeluarkan pernyataan mendukung embargo senjata, sekaligus menuntut pemutusan hubungan diplomatik dan perdagangan dengan Israel.

Gerakan ini berencana menggelar aksi serupa di berbagai kota lain di Spanyol. Mereka juga akan mengadakan pembacaan publik nama lebih dari 18.500 anak Palestina yang dilaporkan tewas akibat serangan Israel di Gaza.

Sejak Oktober 2023, serangan militer Israel telah menewaskan lebih dari 63.600 warga Palestina. Situasi di Gaza kini disebut mengarah pada bencana kelaparan. Israel juga menghadapi gugatan genosida di Mahkamah Internasional serta surat perintah penangkapan pemimpinnya dari Mahkamah Pidana Internasional atas tuduhan kejahatan perang.

Komentar