IKAL Lemhannas DIY Dorong Revitalisasi Organisasi dan Penguatan Kontribusi Kebangsaan

Daerah, Pendidikan33 Dilihat

Yogyakarta (Riaunews.com) – DPD IKAL Lemhannas DIY menegaskan pentingnya konsolidasi organisasi dan penguatan kontribusi nyata alumni Lemhannas bagi pembangunan nasional. Hal itu mengemuka dalam kegiatan konsolidasi organisasi pasca Munaslub IKAL Lemhannas 2026 di Kampus Terpadu Universitas Widya Mataram, Minggu (24/5/2026).

Ketua Dewan Pengurus DPP IKAL Lemhannas DIY, Agus Sartono, mengatakan dinamika yang terjadi dalam Munas V IKAL menjadi pelajaran penting bagi organisasi untuk melakukan pembenahan secara menyeluruh, baik dalam tata kelola maupun penguatan soliditas antaranggota.

“Perjalanan Munas V hingga Munaslub menjadi momentum evaluasi bersama. IKAL Lemhannas harus kembali menjadi organisasi strategis yang mampu menjaga marwah, soliditas, dan kontribusi nyata bagi bangsa dan negara,” ujarnya.

Kegiatan tersebut juga mendapat sambutan dari Rektor Universitas Widya Mataram, Edy Suandi Hamid. Dalam paparannya, Edy menyoroti pentingnya revitalisasi IKAL Lemhannas sebagai think tank kebangsaan di tengah berbagai tantangan sosial dan budaya.

Menurutnya, Ikatan Keluarga Alumni Lemhannas memiliki tanggung jawab moral dan intelektual dalam membangun karakter bangsa. Ia juga menyinggung sejumlah persoalan strategis di DIY, mulai dari tingginya angka kemiskinan, ketimpangan ekonomi, hingga persoalan pengelolaan sampah.

“DIY memiliki potensi besar, tetapi juga menghadapi tantangan serius. Diperlukan rumusan pemikiran strategis yang konkret untuk mengelola potensi tersebut demi kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.

Tekankan Nilai Kebangsaan dan Kepemimpinan

Sementara itu, Ketua Dewan Penasehat DPD IKAL Lemhannas DIY, Gunawan Sumodiningrat, menegaskan bahwa IKAL Lemhannas harus kembali pada marwahnya sebagai pusat pemikiran strategis bangsa dan wadah kaderisasi calon pemimpin nasional.

Ia mengangkat prinsip hidup “percaya, yakin, buktikan” sebagai fondasi kepemimpinan dan pengabdian. Menurutnya, gerakan revitalisasi IKAL Lemhannas harus dimulai dari Yogyakarta untuk kemudian memberi kontribusi bagi Indonesia bahkan dunia.

Gunawan juga menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai Pancasila sebagai fondasi kehidupan berbangsa. Dalam paparannya, ia menyoroti pentingnya membangun manusia Indonesia yang adil dan beradab melalui semangat persatuan, musyawarah mufakat, dan keadilan sosial.

Selain itu, ia menyampaikan refleksi filosofis mengenai tujuan hidup manusia, yakni hidup sehat, senang, dan sejahtera. Nilai-nilai budaya Jawa seperti sangkan paraning dumadi, manunggaling kawula gusti, dan memayu hayuning bawana disebutnya relevan untuk memperkuat orientasi kepemimpinan nasional di masa depan.

Forum tersebut juga diisi pemaparan hasil Munaslub IKAL Lemhannas 2026 oleh Djagal Marseno yang membahas berbagai rekomendasi strategis organisasi, termasuk penguatan peran IKAL Lemhannas sebagai kekuatan intelektual dan moral bangsa.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi mengenai pembangunan nasional, penguatan budaya, tata kelola pemerintahan, pendidikan karakter, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah tokoh, di antaranya Bambang Supriyadi, Kepala TVRI Yogyakarta Akhbar Sahidi, serta Haka Astana Mantika Widya.

Komentar