FST UWM Yogyakarta Dorong Akademisi Bangun Jejak Digital dan Jaga Integritas Ilmiah

Daerah, Pendidikan22 Dilihat

Yogyakarta (Riaunews.com) – Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Widya Mataram (UWM) Yogyakarta menggelar sharing session bertajuk “Improving Academic Visibility and Integrity Through Scholarly Social Media Platforms” di Ruang Rapat Lantai 3 Gedung Pambiji, Rabu (10/6/2026).

Kegiatan ini bertujuan mendorong dosen dan mahasiswa membangun rekam jejak digital yang kuat di dunia akademik internasional sekaligus meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya integritas dalam publikasi ilmiah.

Dekan FST UWM, Eman Darmawan, S.T.P., M.P., saat membuka acara menegaskan pentingnya adaptasi digital bagi akademisi agar hasil riset yang dihasilkan dapat menjangkau masyarakat luas dan memberikan dampak yang lebih besar.

Kegiatan tersebut dihadiri jajaran dosen FST serta perwakilan mahasiswa dari Program Studi Arsitektur, Teknik Industri, dan Teknologi Pangan.

Pentingnya Visibilitas dan Integritas Akademik

Dalam kegiatan itu, FST UWM menghadirkan Assoc. Prof. Dr. Nurul Huda sebagai narasumber utama. Ia menjelaskan bahwa visibilitas akademik bukan sekadar upaya meningkatkan popularitas, melainkan strategi agar karya ilmiah lebih mudah ditemukan, dibaca, dan disitasi oleh komunitas ilmiah global.

“Akademisi yang memiliki profil digital terverifikasi akan lebih mudah dikenali oleh peneliti dunia. Namun, visibilitas ini harus berjalan beriringan dengan Academic Integrity,” ujarnya.

Sesi diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dari peserta. Salah satunya disampaikan mahasiswa Nikita Andini Putri yang menanyakan strategi publikasi pada jurnal bereputasi di tengah keterbatasan biaya yang dimiliki mahasiswa.

Menanggapi hal itu, Nurul Huda menjelaskan bahwa masih banyak jurnal internasional bereputasi yang tidak membebankan biaya publikasi atau article processing charge (APC), selama naskah yang diajukan memenuhi standar kualitas yang ditetapkan.

Selain itu, Prof. Dr. Ir. Ambar Rukmini, M.P., juga mengangkat isu pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dalam penulisan artikel ilmiah. Menurut Nurul Huda, penggunaan AI diperbolehkan selama hanya berfungsi sebagai alat bantu dan tetap mematuhi kaidah akademik serta menjaga orisinalitas gagasan penulis.

Optimalisasi Platform Akademik

Dalam sesi lanjutan, peserta mendapatkan panduan praktis mengenai pengelolaan berbagai platform akademik digital seperti Google Scholar, Scopus, ResearchGate, dan ORCID.

Narasumber juga memberikan sejumlah tips untuk membangun identitas akademik yang konsisten, termasuk penggunaan nama yang seragam pada setiap platform serta menghubungkan akun antar-platform guna memudahkan pelacakan rekam jejak penelitian.

Melalui kegiatan ini, Fakultas Sains dan Teknologi UWM menegaskan komitmennya untuk terus mendorong peningkatan kualitas publikasi ilmiah dosen dan mahasiswa. Upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat daya saing akademik di bidang arsitektur, teknik industri, dan teknologi pangan, sekaligus meningkatkan pengakuan di tingkat internasional dengan tetap menjunjung tinggi integritas akademik.

Komentar