Kemenkop akan Libatkan Koperasi untuk Pulihkan Ekonomi Pasca Bencana di Sumatra

Utama178 Dilihat

Jakarta (Riaunews.com) – Kementerian Koperasi (Kemenkop) memastikan koperasi di seluruh Indonesia akan terlibat aktif dalam pemulihan ekonomi dan sosial pascabencana, khususnya di wilayah Sumatra. Upaya tersebut dilakukan melalui Gerakan Koperasi Peduli Bencana yang menyasar daerah terdampak di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengatakan bencana alam di tiga provinsi tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas koperasi. Di Sumatra Utara, banjir dan tanah longsor menyebabkan kerugian koperasi mencapai Rp37,72 miliar. Selain itu, sembilan koperasi mitra Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) juga terdampak dengan total kerugian Rp20,66 miliar.

Ferry menjelaskan, Kemenkop bersama LPDB telah menetapkan kebijakan restrukturisasi pembiayaan bagi koperasi terdampak bencana. Kebijakan tersebut meliputi pemberian masa tenggang atau grace period serta perpanjangan tenor pembiayaan hingga maksimal 60 bulan.

Selain dukungan pembiayaan, Kemenkop juga telah menyalurkan bantuan kemanusiaan melalui Gerakan Koperasi Peduli Bencana Sumatra. Bantuan yang diberikan meliputi perlengkapan kebersihan, toilet portabel, alat penyulingan air, makanan bayi, mainan anak, mushaf Al-Qur’an, hingga kain kafan, dengan total donasi mencapai Rp1,86 miliar.

Sebagai tindak lanjut pemulihan, Kemenkop akan membantu pendirian posko distribusi bantuan di Aceh Tamiang, Tapanuli Tengah, dan Kabupaten Agam. Posko tersebut akan berfungsi sebagai pusat konsolidasi bantuan sekaligus pengaktifan kembali kegiatan usaha koperasi terdampak, termasuk penyediaan kebutuhan hunian sementara.

Ferry menekankan pentingnya pendataan pascabencana sebagai dasar pemulihan yang tepat sasaran. Ke depan, Kemenkop juga akan memprioritaskan pembangunan gerai, gudang, serta sarana pendukung bagi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang terdampak, disertai pendampingan usaha dan penguatan kelembagaan agar koperasi kembali menjadi penggerak ekonomi masyarakat.

Komentar