ISPA Meningkat Pascabanjir di Sumatera, Dokter Ingatkan Bahaya Lumpur Kering

Kesehatan, Nasional196 Dilihat

Yogyakarta (Riaunews.com) – Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dilaporkan meningkat pascabanjir di sejumlah wilayah Sumatera, khususnya Aceh. Ancaman ISPA justru kerap muncul setelah banjir surut, saat lumpur mulai mengering dan partikel halus beterbangan di udara.

Dokter spesialis paru RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta, dr. Ika Trisnawati, MSc, SpPD, K.P, menjelaskan lumpur kering mengandung partikel debu yang dapat membawa virus dan bakteri masuk ke saluran pernapasan. Kondisi ini meningkatkan risiko gangguan pernapasan bagi warga terdampak bencana.

Menurut dr. Ika, sebagian besar kasus ISPA disebabkan oleh virus dan iritasi, sehingga tidak selalu membutuhkan antibiotik. “Istirahat cukup, minum air yang cukup, nutrisi seimbang, dan vitamin yang memadai. Antibiotik hanya diberikan jika ada komplikasi bakteri dan harus dengan resep dokter,” ujarnya, dikutip dari laman UGM, Minggu (28/12/2025).

Ia menekankan peran pemerintah dan relawan sangat penting untuk mencegah meluasnya penyakit pascabencana. Upaya pencegahan meliputi penyediaan tempat pengungsian yang layak, air bersih, makanan bergizi, alat pelindung diri, serta pendirian pos kesehatan darurat.

“Deteksi dini dan penanganan cepat sangat penting agar penyakit tidak berkembang menjadi wabah,” kata dosen Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM tersebut.

Kepada masyarakat terdampak, dr. Ika mengimbau agar tetap menjaga kebersihan dan melindungi diri, terutama kelompok rentan. Ia juga mengingatkan pentingnya evakuasi ke tempat bersih, penggunaan masker dan alas kaki tertutup, serta menjaga luka terbuka agar tidak terpapar air atau lumpur yang terkontaminasi.

Komentar