Pekanbaru (Riaunews.com) – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di sekitar lapangan sepakbola di Tanjung Gadai, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau. Di tengah kobaran api dan kepulan asap hitam, sejumlah warga justru tetap bermain sepakbola.
Momen tersebut terjadi pada Selasa (8/9/2026) dan terekam dalam video yang kemudian beredar di media sosial Instagram melalui akun @bengkalisku. Dalam rekaman, sejumlah warga terlihat tetap bermain sepakbola di lapangan meski asap hitam membubung di sekitar lokasi.
Kobaran api juga terlihat menyala di area yang tidak jauh dari lapangan. Kondisi itu membuat aktivitas olahraga berlangsung di tengah kepulan asap pekat yang berasal dari kebakaran lahan.
Video tersebut mendapat beragam respons dari warganet. Sejumlah pengguna media sosial melontarkan komentar bernada sindiran maupun candaan terhadap warga yang tetap bermain sepakbola dalam kondisi tersebut.
“Paru-parunya sudah teruji di segala cuaca,” tulis akun Choiri. Sementara akun muhdsyaiful berkomentar, “Paru-parunya befilter, nunggu bombe datang lanjut main dulu.” Akun centralnews menulis, “Menyala Merantiku,” sedangkan akun bayau berkomentar, “Akibat semua diajak.”
Kondisi Karhutla Masih Ditangani
Aktivitas olahraga di tengah kepulan asap menjadi perhatian karena paparan asap karhutla dapat menurunkan kualitas udara dan mengganggu kesehatan. Kondisi tersebut terutama perlu diwaspadai oleh kelompok rentan, seperti anak-anak, lansia, serta masyarakat yang sensitif terhadap paparan asap.
Karhutla masih menjadi persoalan yang mendapat perhatian di Riau, terutama ketika kebakaran terjadi dalam kondisi cuaca panas dan kering. Hingga berita ini diterbitkan, belum diketahui secara pasti luas lahan yang terbakar maupun penyebab munculnya api di lokasi tersebut.
Informasi lebih lanjut mengenai kondisi karhutla di Tanjung Gadai, termasuk perkembangan pemadaman dan penanganan oleh pihak terkait, masih dihimpun.







Komentar