Pekanbaru (Riaunews.com) – Sebanyak 270 titik panas atau hotspot terdeteksi di Provinsi Riau berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) hingga Senin (7/9/2026). Jumlah tersebut menjadi bagian dari total 2.121 hotspot yang tersebar di wilayah Sumatera.
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru Mari Frystine mengatakan hotspot di Riau tersebar di sejumlah kabupaten dan kota dengan konsentrasi tertinggi berada di Kabupaten Indragiri Hulu. “Dari total 270 hotspot di Riau, sebanyak 135 titik terdeteksi di Indragiri Hulu,” kata Mari Frystine.
Indragiri Hulu Catat Hotspot Terbanyak
Selain Indragiri Hulu, BMKG mencatat 42 hotspot di Bengkalis, 23 titik di Kota Dumai, 18 titik di Indragiri Hilir, 11 titik di Siak, serta masing-masing 10 titik di Kampar dan Pelalawan. Selanjutnya, Kepulauan Meranti tercatat sembilan titik, sedangkan Rokan Hilir, Rokan Hulu, dan Kuantan Singingi masing-masing empat titik.
Dengan jumlah tersebut, Indragiri Hulu menjadi wilayah dengan hotspot terbanyak di Riau. Kondisi ini menjadi perhatian karena jumlah titik panas masih tinggi di tengah cuaca Riau yang didominasi udara kabur hingga berawan.
Hujan Berpotensi Turun di Sejumlah Wilayah
Secara regional, Sumatera Selatan menjadi provinsi dengan jumlah hotspot tertinggi, yakni 1.218 titik. Selanjutnya Riau tercatat 270 titik, Jambi 212 titik, Bangka Belitung 164 titik, Lampung 128 titik, Kepulauan Riau 66 titik, Sumatera Barat 37 titik, dan Sumatera Utara 26 titik.
BMKG memprakirakan hujan ringan hingga sedang berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Riau, terutama pada malam hingga dini hari. Hujan berpeluang turun di Rokan Hulu, Rokan Hilir, Dumai, Bengkalis, Kampar, Siak, Kepulauan Meranti, Kuantan Singingi, Pelalawan, Indragiri Hulu, dan Pekanbaru.
Masyarakat di wilayah yang terdeteksi memiliki hotspot diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Warga juga diminta tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu munculnya titik api.







Komentar