Pekanbaru (Riaunews.com) – Puluhan atlet dan pelatih Riau peraih medali pada Pekan Olahraga Nasional (PON) dan Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) 2024 kembali menggelar aksi menuntut Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau segera membayarkan sisa bonus yang hingga kini belum diterima. Aksi tersebut berlangsung di Stadion Utama Riau, Rabu (5/8/2026).
Para atlet dan pelatih menyatakan Pemprov Riau sebelumnya berjanji melunasi sisa bonus pada awal 2026. Namun, hingga memasuki bulan Agustus 2026, realisasi pembayaran belum juga dilakukan. Mereka mengaku baru menerima sekitar 45 persen dari total bonus yang dijanjikan setelah pelaksanaan PON dan Peparnas 2024.
Bentangkan Spanduk hingga Galang Donasi
Dalam aksi tersebut, para peserta membentangkan berbagai spanduk berisi tuntutan kepada pemerintah daerah. Di antaranya bertuliskan “Cairkan bonus kami, kami telah berbuat, mana hati nurani pemerintah? Sampai kapan kami menunggu?” serta “Donasi untuk pahlawan olahraga, 2 tahun diterlantarkan” dan “Bantuan korban bencana olahraga”.
Sejumlah atlet bahkan melakukan penggalangan donasi secara terbuka kepada masyarakat yang berada di kawasan Stadion Utama Riau sebagai bentuk protes atas belum dibayarkannya sisa bonus yang mereka perjuangkan.
Atlet Minta Janji Pemprov Direalisasikan
Koordinator aksi, Darman Hutahuruk, mengatakan para atlet dan pelatih hanya meminta pemerintah menepati komitmen yang telah disampaikan sebelumnya. Menurutnya, hingga kini Riau menjadi satu-satunya provinsi yang belum menyelesaikan pembayaran bonus bagi atlet peraih medali PON.
“Riau terkenal dengan kayanya, di atas minyak di bawah minyak. Tapi untuk menyelesaikan bonus atlet saja hingga kini tak tuntas-tuntas. Sementara daerah lain sudah menyelesaikannya setelah PON dilaksanakan,” ujarnya.
Para atlet berharap Pemprov Riau segera merealisasikan pembayaran sisa bonus sebagai bentuk penghargaan atas prestasi yang telah mereka raih sekaligus memenuhi janji yang telah disampaikan kepada atlet dan pelatih sejak usai PON dan Peparnas 2024.







Komentar