Pekanbaru (Riaunews.com) – Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Riau memastikan sisa bonus atlet dan pelatih asal Riau yang berlaga pada Peparnas Solo dan Paragames Paris 2024 masih dalam proses pencairan. Pembayaran direncanakan diajukan pada Juli 2026 dengan menyesuaikan kondisi kas daerah.
Kepala Bidang Pembinaan dan Pembudayaan Prestasi Olahraga Dispora Riau, Indra Rahman, mengatakan hal tersebut disampaikan kepada perwakilan atlet dan pelatih yang mendatangi Dispora untuk mempertanyakan kepastian pembayaran bonus.
“Inti pertanyaan mereka tadi kapan sisa bonus akan dicairkan. Kita sudah sampaikan bahwa dari perencanaan dan aliran kas, insyaallah proses pencairan direncanakan pada Juli 2026,” kata Indra, Senin (8/6/2026).
Menurutnya, Dispora Riau telah menyiapkan seluruh administrasi yang diperlukan untuk pencairan bonus. Namun, realisasi pembayaran masih bergantung pada kondisi keuangan daerah dan koordinasi dengan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah.
“Kalau anggaran di DPA kami tersedia. Tidak ada masalah di anggaran. Tapi yang menentukan realisasi pencairan itu kondisi kas daerah,” ujarnya.
Indra menjelaskan, bonus yang belum dibayarkan merupakan sisa pembayaran bagi atlet dan pelatih yang tampil pada ajang Paragames Paris 2024 dan Peparnas Solo. Sebelumnya, sebagian bonus telah dicairkan dengan persentase sekitar 45 hingga 57 persen.
“Yang belum dibayarkan itu sisa bonusnya. Administrasi seperti amprah dan dokumen pencairan juga sudah kami siapkan,” jelasnya.
Meski demikian, Dispora belum dapat memastikan tanggal pencairan secara pasti. Pihaknya masih menunggu arahan pimpinan serta hasil koordinasi lanjutan dengan BPKAD dan Pemerintah Provinsi Riau terkait ketersediaan kas daerah.
“Kapan pastinya kami belum bisa pastikan. Karena untuk memastikan dana benar-benar tersedia itu bukan di kami, tapi melihat kondisi kas daerah,” katanya.
Ia juga mengakui adanya kemungkinan pergeseran jadwal apabila kondisi keuangan daerah belum memungkinkan. Namun, Dispora berkomitmen memberikan informasi lebih awal kepada atlet, pelatih, dan cabang olahraga apabila terjadi penundaan.
“Kalau ada perubahan atau pergeseran jadwal, tentu akan kami informasikan lebih awal supaya tidak ada kesalahpahaman dengan atlet maupun pelatih,” tutupnya.







Komentar