BPS: Komoditas Pangan Jadi Pendorong Utama Inflasi di Riau Saat Ramadan dan Lebaran

Pekanbaru (Riaunews.com) – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau, Asep Riyadi menyebut komoditas pangan masih menjadi faktor utama pendorong inflasi di Provinsi Riau pada periode Ramadan hingga Idulfitri.

Komoditas tersebut didominasi oleh kelompok volatile food atau bahan pangan yang harganya mudah berfluktuasi, serta beberapa komoditas administered prices atau harga yang diatur pemerintah.

“Komoditas pendorong inflasi pada periode Ramadan dan Idulfitri didominasi oleh komoditas volatile food dan beberapa komoditas administered prices,” kata Asep dalam kegiatan High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se-Provinsi Riau, Rabu (11/3/2026).

Cabai Merah hingga Transportasi Jadi Penyumbang Inflasi

Asep menjelaskan, pola inflasi pada periode Ramadan dan Lebaran dalam beberapa tahun terakhir cenderung sama, yakni meningkatnya tekanan harga pada bahan pangan dan sektor transportasi.

Berdasarkan catatan BPS, sejumlah komoditas memberikan andil inflasi terbesar pada periode Ramadan dan Idulfitri dalam tiga tahun terakhir. Pada Maret 2025, cabai merah menjadi komoditas dengan andil inflasi terbesar sebesar 0,28 persen. Sementara pada April 2025, bawang merah memberikan andil inflasi sebesar 0,25 persen.

Selain itu, komoditas lain yang juga kerap menyumbang inflasi antara lain telur ayam ras, daging ayam ras, kentang, minyak goreng, serta emas perhiasan. Komoditas seperti tarif listrik, tarif angkutan udara, dan angkutan antarkota juga turut memberikan tekanan inflasi pada periode tersebut.

Sejumlah Komoditas Perlu Diwaspadai

Asep menambahkan, hasil pemantauan inflasi Februari 2026 menunjukkan sejumlah komoditas perlu diwaspadai menjelang Ramadan dan Idulfitri karena berpotensi mengalami kenaikan harga akibat meningkatnya permintaan masyarakat.

Komoditas tersebut di antaranya daging ayam ras, tarif angkutan udara, telur ayam ras, bawang merah, bawang putih, serta emas perhiasan.

Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya menjaga ketersediaan stok bahan pangan yang selama ini sering mengalami lonjakan harga saat Ramadan dan Lebaran, seperti cabai merah, bawang merah, telur ayam ras, daging ayam ras, dan bawang putih.

BPS juga mencatat tekanan inflasi pada kelompok transportasi biasanya meningkat pada momentum mudik Lebaran. Puncak inflasi kelompok transportasi umumnya terjadi saat arus mudik pada akhir Ramadan dan arus balik setelah Idulfitri.

Di Provinsi Riau, pengukuran inflasi dilakukan di empat daerah yakni Kota Pekanbaru, Kota Dumai, Kabupaten Kampar, dan Kota Tembilahan yang menjadi acuan perkembangan inflasi di wilayah tersebut.

Komentar