Pekanbaru (Riaunews.com) – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Provinsi Riau menargetkan pelaksanaan vaksinasi hewan ternak sebanyak 65.900 dosis sepanjang tahun 2026. Vaksinasi tersebut meliputi penyakit mulut dan kuku (PMK), Jembrana Disease (JD), Septicemia Epizootica (SE), serta rabies.
Kepala Dinas PKH Provinsi Riau, Mimi Yuliani Nazir mengatakan vaksinasi menjadi langkah penting untuk mencegah penyebaran penyakit hewan menular sekaligus menjaga kesehatan ternak milik masyarakat.
“Vaksinasi terus dilakukan secara bertahap di kabupaten dan kota di Riau sebagai upaya pengendalian penyakit hewan serta melindungi populasi ternak,” ujarnya.
Realisasi Vaksinasi Masih Bertahap
Berdasarkan data hingga 28 Februari 2026, realisasi vaksinasi penyakit hewan ternak di Riau tercatat sebanyak 7.493 dosis dari total target 65.900 dosis.
Untuk vaksin penyakit mulut dan kuku (PMK), target yang ditetapkan sebanyak 31.000 dosis dengan distribusi 20.000 dosis. Dari jumlah tersebut, realisasi vaksinasi mencapai 4.576 dosis atau sekitar 22,9 persen.
Sementara vaksin Jembrana Disease (JD) ditargetkan sebanyak 10.000 dosis dengan distribusi 8.150 dosis. Hingga akhir Februari, realisasi vaksinasi baru mencapai 1.228 dosis atau sekitar 15 persen.
Selain itu, vaksin rabies ditargetkan sebanyak 10.000 dosis dengan distribusi awal 2.000 dosis. Hingga saat ini, realisasi vaksinasi rabies tercatat sebanyak 1.716 dosis.
Adapun untuk vaksin Septicemia Epizootica (SE) ditargetkan sebanyak 1.200 dosis dengan distribusi 1.000 dosis, namun realisasi vaksinasi masih dalam proses pelaporan dari daerah.
Upaya Cegah Penyebaran Penyakit
Mimi menjelaskan sebagian besar capaian vaksinasi masih berada di bawah 70 persen karena pelaksanaan vaksinasi dilakukan secara bertahap sepanjang tahun.
“Beberapa capaian vaksinasi masih di bawah 70 persen karena pelaksanaan vaksinasi masih berjalan dan akan terus ditingkatkan hingga akhir tahun,” jelasnya.
Ia menambahkan pihaknya akan terus berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kota untuk mempercepat pelaksanaan vaksinasi guna mencegah potensi penyebaran penyakit pada hewan ternak.
“Melalui vaksinasi yang terus dilakukan diharapkan kesehatan ternak masyarakat tetap terjaga serta dapat meningkatkan produktivitas peternakan di Provinsi Riau,” pungkasnya.







Komentar