DPR Soroti Dominasi Lulusan SD di Dunia Kerja, Minta Kemendikdasmen Cegah Anak Putus Sekolah

Nasional, Pendidikan105 Dilihat

Jakarta (Riaunews.com) – Anggota Komisi X DPR RI, Habib Syarief Muhammad, menegaskan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI memiliki tanggung jawab besar untuk meningkatkan kualitas serta akses pendidikan di seluruh Indonesia. Ia mengingatkan agar tidak ada lagi anak-anak yang putus sekolah.

Pernyataan tersebut disampaikan Habib Syarief merespons data Badan Pusat Statistik (BPS) per Februari 2026 yang menunjukkan mayoritas pekerja di Indonesia masih didominasi lulusan sekolah dasar (SD). Menurutnya, kondisi ini menjadi alarm serius bagi dunia pendidikan nasional.

“Pemerintah harus berusaha keras agar tidak ada lagi anak yang putus sekolah. Minimal mereka harus lulus SMA atau SMK, bahkan didorong untuk melanjutkan hingga perguruan tinggi,” ujar politikus PKB itu dalam keterangan persnya di Jakarta, Rabu (11/2/2026).

Ia menegaskan pendidikan merupakan kunci mobilitas sosial dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Akses pendidikan yang baik hingga jenjang perguruan tinggi, kata dia, akan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi.

Berdasarkan data BPS, jumlah angkatan kerja di Indonesia mencapai 155,27 juta orang. Dari total tersebut, 34,63 persen merupakan lulusan SD, 17,31 persen lulusan SMP, 20,99 persen lulusan SMA, dan 14,06 persen lulusan SMK.

Sementara itu, penduduk bekerja yang pernah mengenyam pendidikan tinggi hanya sekitar 13 persen, terdiri dari 10,81 persen lulusan diploma IV, S1, S2, dan S3, serta 2,20 persen lulusan diploma I/II/III. Habib Syarief menilai peningkatan akses dan kualitas pendidikan menjadi kunci untuk memperbaiki struktur ketenagakerjaan nasional.

Komentar