Pengamat Nilai Kematian Siswa SD di NTT Alarm Kegagalan Pelayanan Publik

Nasional, Sosial71 Dilihat

Jakarta (RIaunews.com) – Tragedi meninggalnya seorang siswa sekolah dasar di Nusa Tenggara Timur (NTT) mendapat sorotan luas dari pengamat pelayanan publik. Peristiwa tersebut dinilai bukan sekadar musibah keluarga, melainkan mencerminkan persoalan serius dalam tanggung jawab negara terhadap layanan dasar warga.

Pengamat kebijakan publik Universitas Negeri Padang (UNP), Dr. Genius Umar, menyebut kasus ini sebagai alarm keras kegagalan pelayanan publik. Ia menegaskan negara belum menjalankan fungsi dasarnya dalam melindungi kelompok rentan, khususnya anak-anak dari keluarga miskin yang seharusnya mendapat perhatian khusus.

Genius mengapresiasi pengakuan Gubernur NTT yang menyatakan pemerintah daerah gagal mengurus warganya sebagai sikap moral. Namun, ia menekankan pengakuan tersebut harus dibaca sebagai kegagalan sistemik dan tidak boleh berhenti pada empati semata tanpa perbaikan kebijakan nyata.

Menurut Genius, Indonesia sebenarnya tidak kekurangan kebijakan sosial karena program bantuan sosial dan pendidikan telah tersedia sejak lama. Persoalan utama justru terletak pada lemahnya pelayanan di lapangan, sehingga negara hadir dalam bentuk program, tetapi absen sebagai pelayanan nyata bagi masyarakat.

Ia juga menyoroti alasan keluarga korban yang disebut tidak terdata dalam sistem bantuan. Genius menilai ketidakterdataan mencerminkan patologi serius pelayanan publik, ketika administrasi dijadikan tujuan dan bukan alat, sehingga dokumen lebih dipercaya daripada realitas kemiskinan warga.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi NTT menyatakan keprihatinan atas peristiwa tersebut dan tengah melakukan evaluasi internal terhadap sistem pelayanan sosial. Pemprov NTT berjanji memperbaiki pendataan warga miskin serta memperkuat koordinasi antarinstansi guna mencegah kejadian serupa terulang.

Komentar