Pekanbaru (Riaunews.com) – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Provinsi Riau melaksanakan vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) secara serentak sebagai upaya percepatan pengendalian PMK dan perlindungan kesehatan hewan ternak. Kegiatan ini mendukung Program Nasional Akselerasi Vaksinasi PMK Tahun 2026 yang dilaksanakan terpadu oleh pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota.
Kepala DPKH Riau, Mimi Yuliani Nazir, mengatakan Provinsi Riau telah menerima bantuan 20.000 dosis vaksin PMK dari pemerintah pusat. Hingga saat ini, DPKH telah mendistribusikan 12.250 dosis ke sejumlah kabupaten/kota di Riau.
Ia menjelaskan target vaksinasi PMK di Provinsi Riau pada Februari 2026 sebanyak 10.000 dosis dan Maret 2026 sebanyak 10.000 dosis. Target tersebut merupakan bagian dari percepatan vaksinasi PMK tahap pertama periode Januari–Maret 2026 yang akan dilanjutkan dengan tahap kedua pada Juli–September 2026.
Mimi menyebut vaksinasi serentak yang bersumber dari Provinsi Riau dilaksanakan oleh UPT Pengembangan Ternak dan Pakan (PTP) DPKH Riau bersama Dinas Peternakan Kabupaten Kampar dan Dinas Pertanian Kota Pekanbaru. Pada hari pelaksanaan, target vaksinasi ditetapkan sebanyak 200 dosis.
Melalui kegiatan ini, DPKH Riau berharap pelaksanaan vaksinasi PMK dapat berjalan optimal dan berkelanjutan. Upaya tersebut diharapkan mampu melindungi kesehatan hewan ternak, menjaga produktivitas peternakan, serta mendukung ketahanan pangan di Provinsi Riau.
Mimi juga memaparkan selama tahun 2025 tercatat 304 kasus PMK yang menyerang hewan ternak di delapan kabupaten/kota di Riau. Kabupaten Indragiri Hulu menjadi daerah dengan kasus terbanyak, yakni 143 kasus, disusul Kabupaten Siak 65 kasus, Kota Dumai dan Kabupaten Rokan Hulu masing-masing 25 kasus, Indragiri Hilir 19 kasus, Kampar 9 kasus, Pelalawan 6 kasus, Kuantan Singingi dan Bengkalis masing-masing 5 kasus, serta Rokan Hilir 1 kasus, dengan satu ternak dilaporkan mati di Kota Dumai.







Komentar