Jakarta (Riaunews.com) – Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) I Gusti Ketut Astawa memaparkan kondisi stok pangan nasional menjelang Ramadan dalam kondisi sangat memadai. Ia menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan pangan, meski permintaan diperkirakan meningkat selama bulan puasa.
Gusti mengingatkan peningkatan permintaan berpotensi dimanfaatkan oknum pemasok untuk memainkan harga secara tidak wajar. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Kepala Bapanas membentuk Satuan Tugas Sapu Bersih Pelanggaran Pangan (Satgas Saber) yang mengawasi harga, keamanan, dan mutu pangan di pasaran.
Ia menjelaskan Satgas bertugas memastikan kenaikan harga tetap dalam batas kewajaran dan tidak melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET). Selain pengendalian harga, Satgas juga menjaga keamanan pangan agar bebas dari pestisida, boraks, serta bahan kimia berbahaya lainnya, sekaligus memastikan mutu pangan sesuai dengan informasi pada kemasan.
Dalam pengawasan terbaru, Bapanas bersama Kementerian Pertanian dan tim Polda mendatangi pedagang daging di kawasan Ciputat, Tangerang Selatan. Langkah itu dilakukan setelah Bapanas menerima informasi kenaikan harga daging di Jakarta hingga Rp150.000 per kilogram.
Gusti menyebut penelusuran menemukan adanya rumah potong hewan (RPH) di Ciputat yang menaikkan harga karkas sebesar Rp1.000 per kilogram, sehingga berdampak hingga ke tingkat konsumen. Ia menegaskan seluruh rantai distribusi wajib bertanggung jawab menjaga stabilitas harga dan keamanan pangan, dengan pendekatan persuasif diutamakan sebelum penerapan sanksi hukum.
Pemerintah, kata Gusti, terus memantau harga pangan setiap hari dengan melibatkan dinas terkait, pemerintah daerah, serta kepolisian di seluruh wilayah. Ia juga mengimbau masyarakat berbelanja secara wajar agar stabilitas harga terjaga, sehingga umat Islam dapat menjalankan ibadah puasa Ramadan dengan aman dan nyaman.







Komentar