Basarnas Resmi Tutup Operasi SAR Kecelakaan Pesawat ATR di Pangkep

Nasional162 Dilihat

Makassar (Riaunews.com) –  Kepala Basarnas RI Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii menyatakan Operasi SAR pencarian korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di wilayah pegunungan Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, resmi ditutup pada hari ketujuh pelaksanaan, Jumat (23/1/2026) malam.

Syafii mengatakan keputusan tersebut diambil setelah tim SAR berhasil menemukan tujuh body pack pada hari terakhir operasi. Dari jumlah itu, enam kantong diyakini berisi jenazah utuh dan satu berisi potongan tubuh yang seluruhnya telah diserahkan kepada tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri untuk proses identifikasi.

“Malam hari ini saya selaku Kepala Basarnas dan SAR Coordinator menyatakan operasi pencarian dan evakuasi kecelakaan pesawat ATR telah selesai,” ujar Syafii saat konferensi pers di Kantor Basarnas Makassar.

Ia menjelaskan, sebelumnya tim SAR telah menyerahkan empat body pack ke Posko DVI Biddokes Polda Sulsel di Makassar. Dari empat kantong tersebut, tiga korban telah teridentifikasi dan diserahkan kepada pihak keluarga, sementara satu lainnya masih dalam proses identifikasi.

Meski operasi SAR dinyatakan selesai, Syafii menegaskan kegiatan evakuasi tetap dapat dilanjutkan apabila di kemudian hari ditemukan bagian tubuh korban atau serpihan pesawat. Basarnas Makassar akan melaksanakan operasi kesiagaan rutin berdasarkan koordinasi dengan DVI dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

Hingga saat ini, total 11 body pack telah diserahkan kepada tim DVI. Pihak DVI memastikan jumlah tersebut mewakili 10 korban kecelakaan pesawat ATR 42-500. Selain itu, Basarnas juga telah menyerahkan dua unit kotak hitam pesawat kepada KNKT untuk keperluan investigasi penyebab kecelakaan.

Diketahui, pesawat ATR 42-500 nomor registrasi PK-THT milik Indonesia Air Transport (AIT) dengan rute Yogyakarta–Makassar membawa 10 orang dan mengalami kecelakaan di pegunungan Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, pada Senin (17/1/2026). Basarnas turut menyampaikan apresiasi kepada TNI, Polri, relawan, dan masyarakat yang terlibat dalam operasi pencarian.

Komentar