Badakhshan (Riaunews.com) – Lebih dari 60 anak dilaporkan meninggal dunia akibat gizi buruk parah di Provinsi Badakhshan, Afghanistan bagian utara, dalam kurun waktu 11 bulan terakhir. Informasi tersebut dilaporkan media lokal Tolo News dan dikutip Xinhua pada Rabu (21/1/2026), menyoroti seriusnya krisis kesehatan anak di wilayah tersebut.
Dalam periode yang sama, hampir 16.000 anak didiagnosis mengalami gizi buruk. Data resmi mencatat sebanyak 16.468 kasus telah mendapatkan perawatan di berbagai fasilitas kesehatan di seluruh Provinsi Badakhshan.
Gizi buruk pada anak menjadi persoalan akut, terutama di wilayah pedesaan. Sejumlah faktor utama penyebabnya antara lain kurangnya pemberian ASI, keterbatasan akses terhadap makanan bergizi, jarak kelahiran yang terlalu dekat, serta rendahnya kesadaran orang tua mengenai pentingnya gizi anak.
Kondisi ini diperparah oleh kemiskinan yang semakin dalam, sehingga banyak keluarga kesulitan memenuhi kebutuhan gizi dasar. Keterbatasan fasilitas medis dan minimnya tenaga kesehatan terlatih di daerah terpencil juga mempersempit akses layanan kesehatan bagi masyarakat.
Banyak desa di Badakhshan berjarak jauh dari klinik atau pusat kesehatan, membuat pemeriksaan rutin sulit dilakukan. Akibatnya, kasus gizi buruk sering terlambat terdeteksi dan penanganan medis tidak selalu dapat diberikan tepat waktu.
Situasi semakin memburuk saat cuaca ekstrem, terutama pada musim dingin, yang menghambat mobilitas warga. Para pengamat memperingatkan, tanpa penanganan serius dari pemerintah dan dukungan lembaga kemanusiaan internasional, krisis malnutrisi anak di wilayah tersebut berpotensi terus meningkat.







Komentar