Komisi IX DPR Tolak Perluasan MBG untuk Lansia dan Guru

Nasional, Pendidikan80 Dilihat

Jakarta (Riaunews.com) – Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Yahya Zaini menegaskan tidak setuju jika program Makan Bergizi Gratis (MBG) diperluas untuk menyasar lansia, guru, tenaga administrasi sekolah, hingga tukang kebun. Menurutnya, rencana tersebut melenceng dari tujuan awal MBG yang dirancang untuk anak-anak serta ibu hamil dan menyusui.

Politikus Partai Golkar itu menekankan bahwa sasaran utama program MBG adalah anak usia sekolah dan kelompok 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Karena itu, ia meminta Badan Gizi Nasional (BGN) memperketat pengawasan pelaksanaan standar operasional prosedur (SOP) di lapangan agar program tepat sasaran.

Yahya menilai perluasan penerima MBG kepada kelompok di luar sasaran utama telah melewati jalur kebijakan yang seharusnya. Ia menegaskan, prioritas pemenuhan gizi sejak awal difokuskan pada anak usia sekolah, balita, serta ibu hamil dan menyusui demi menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Meski demikian, Yahya mendukung perluasan penerima MBG bagi anak-anak dari pernikahan siri, pernikahan dini, maupun anak yang putus sekolah. Menurutnya, perluasan tersebut penting agar seluruh anak usia sekolah tetap mendapatkan akses gizi tanpa diskriminasi latar belakang.

Sebelumnya, Kepala BGN Dadan Hindayana mengungkapkan masih banyak calon penerima MBG yang belum terdata, termasuk pesantren yang tidak tercatat di Kementerian Agama serta anak balita dan ibu hamil yang tidak memiliki NIK. Kondisi ini, kata Dadan, menjadi tantangan dalam memastikan program MBG menjangkau seluruh kelompok sasaran yang seharusnya.

Komentar