Rial Iran Anjlok ke Rekor Terendah Sepanjang Sejarah, Tembus 1,4 Juta per Dolar AS

Tehran (Riaunews.com) – Mata uang Iran, rial, mencatatkan rekor terburuk sepanjang sejarah setelah nilai tukarnya terus merosot tajam. Saat ini, 1 dolar Amerika Serikat (AS) menembus kisaran 1.429.500 rial, sementara 1 euro berada di sekitar 1.668.500 rial, menandai titik terlemah rial terhadap mata uang utama dunia.

Pelemahan nilai tukar ini mencerminkan krisis ekonomi mendalam yang dialami Iran dan berlangsung dalam jangka panjang. Rial bahkan dilaporkan semakin sulit ditukarkan di luar negeri, termasuk di sejumlah negara Eropa, sehingga memperparah isolasi Iran dari sistem keuangan global.

Sanksi internasional yang kembali diperketat menjadi faktor utama anjloknya rial. Pembatasan akses perbankan, perdagangan, serta pembekuan aset luar negeri menekan cadangan devisa Iran dan menggerus kepercayaan pasar terhadap stabilitas ekonomi nasional.

Di sisi lain, inflasi tinggi turut memperparah situasi. Laju inflasi tahunan Iran berada di kisaran 40%, dengan harga bahan pangan melonjak hingga lebih dari 70% dibandingkan tahun sebelumnya. Kondisi ini memukul daya beli masyarakat dan memicu gejolak sosial di berbagai wilayah.

Ketidakstabilan politik dan konflik geopolitik juga memperbesar tekanan terhadap rial. Gelombang protes sejak akhir 2025, ditambah ketegangan regional dan konflik bersenjata, membuat investor dan masyarakat beralih ke aset aman seperti dolar AS dan emas.

Secara historis, penurunan nilai rial telah berlangsung selama puluhan tahun. Jika pada 1979 nilai 1 dolar AS setara sekitar 70 rial, maka pada 2026 nilainya melonjak lebih dari 1,4 juta rial per dolar, mencerminkan krisis struktural ekonomi Iran yang hingga kini belum menemukan jalan keluar.

Komentar