Pekanbaru (Riiaunews.com) – Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Pekanbaru hingga pertengahan Desember 2025 telah melampaui Rp1,1 triliun. Capaian tersebut berasal dari sektor pajak perkotaan dan dinilai menjadi indikator membaiknya kondisi keuangan daerah.
Plh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdako Pekanbaru, Zulhelmi Arifin, mengatakan capaian PAD ini menunjukkan komitmen Pemerintah Kota Pekanbaru dalam menata keuangan daerah di bawah kepemimpinan Wali Kota Agung Nugroho dan Wakil Wali Kota Markarius Anwar.
Ia menyebutkan, sejak awal masa jabatan, kepala daerah mewarisi beban utang sebesar Rp467 miliar dari tahun-tahun sebelumnya. Namun, dengan optimalisasi pendapatan, kondisi keuangan daerah kini semakin terkendali.
Zulhelmi mengapresiasi kinerja Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Pekanbaru yang dinilai berhasil meningkatkan penerimaan daerah. Jika tren realisasi PAD terus berlanjut hingga akhir tahun, capaian PAD diperkirakan bisa menembus lebih dari Rp1,5 triliun.
Membaiknya keuangan daerah berdampak langsung pada keberlanjutan pembangunan. Sepanjang tahun 2025, Pemko Pekanbaru telah melakukan pembangunan dan perbaikan jalan berlubang di sekitar 33 ruas jalan dengan total panjang kurang lebih 38 kilometer.
Pemko Pekanbaru memastikan seluruh kegiatan pembangunan tahun ini tidak mengalami tunda bayar. Seluruh kewajiban pembayaran, termasuk penyelesaian utang warisan dari tahun sebelumnya, ditargetkan dapat diselesaikan hingga akhir tahun anggaran berjalan.







Komentar