Jenewa (Riaunews.com) – Ukraina menyatakan telah mencapai “pemahaman bersama” dengan Amerika Serikat terkait rencana perdamaian baru untuk mengakhiri perang dengan Rusia. Pernyataan ini merujuk pada dokumen 28 poin yang sebelumnya disampaikan Washington kepada Kyiv dan kini tengah disempurnakan. Informasi tersebut disampaikan seperti dikutip dari BBC News, Rabu (26/11/2025).
Rencana itu kembali dibahas dalam pertemuan pejabat kedua negara di Jenewa pada akhir pekan lalu. Presiden AS Donald Trump menyebut rancangan awal telah diperbaiki dengan sejumlah masukan tambahan dari Washington maupun Kyiv. Sebagai bagian dari langkah diplomatik terbaru, Trump menugaskan Utusan Khusus Steve Witkoff untuk mengadakan pertemuan dengan Presiden Vladimir Putin di Moskow.
Selain itu, Sekretaris Angkatan Darat AS Dan Driscoll dijadwalkan bertemu Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pekan ini. Kepala staf Zelensky menyatakan pihaknya menantikan kedatangan Driscoll, meski Moskow mengungkapkan belum diajak berkonsultasi mengenai revisi rencana tersebut. Rusia juga memperingatkan kemungkinan menolak perubahan besar dari rancangan sebelumnya.
Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan pihaknya belum menerima salinan pembaruan dokumen perdamaian. Ia menuding negara-negara Eropa menghambat upaya mediasi Washington. Meski begitu, perwakilan Rusia dan Driscoll dilaporkan telah menggelar pertemuan pendahuluan di Abu Dhabi awal pekan ini.
Sejumlah isu krusial masih belum terjawab dalam rencana 28 poin tersebut, di antaranya jaminan keamanan bagi Ukraina dan status wilayah timur yang masih dikuasai Rusia. Zelensky menyatakan kesiapannya bertemu Trump dalam waktu dekat untuk membahas “poin-poin sensitif”, dengan harapan pertemuan terjadi sebelum akhir bulan. Trump sendiri menegaskan akan bertemu Zelensky atau Putin hanya jika kesepakatan damai sudah mendekati final.
Di sisi lain, para pemimpin Eropa menunjukkan keraguan mengenai peluang tercapainya gencatan senjata dalam waktu dekat. Presiden Prancis Emmanuel Macron menyebut Rusia belum menunjukkan komitmen jelas untuk menghentikan pertempuran. Pemerintah Inggris juga memperingatkan bahwa proses perdamaian masih panjang, seraya Koalisi Eropa pendukung Ukraina sepakat membentuk gugus tugas bersama AS untuk mempercepat penyusunan jaminan keamanan bagi Kyiv.







Komentar