Lebih dari 1.500 Bangunan di Gaza Dihancurkan Usai Gencatan Senjata

Internasional181 Dilihat

Gaza (Riaunews.com) – Lebih dari 1.500 bangunan di Jalur Gaza dilaporkan hancur akibat serangan baru yang dilakukan tentara Israel sejak diberlakukannya gencatan senjata pada Oktober lalu. Temuan ini terungkap dalam analisis foto satelit terbaru yang ditayangkan dalam program BBC Verify, Rabu (12/11/2025).

Dalam laporan tersebut, terlihat bahwa seluruh area yang dikuasai Israel di luar “zona kuning” di Gaza mengalami kerusakan total sejak 10 Oktober 2025. Sebelumnya, kawasan seperti Abasan Al-Kabira masih tampak utuh, namun kini berubah menjadi hamparan puing-puing. Kondisi serupa juga terlihat di wilayah Rafah, Jabalia, dan Gaza City.

BBC Verify memperkirakan jumlah bangunan yang hancur kemungkinan jauh lebih banyak dibandingkan yang tampak dalam citra satelit. “Beberapa wilayah tidak dapat dianalisis karena keterbatasan jangkauan foto satelit,” demikian pernyataan BBC yang dikutip kantor berita Anadolu, Kamis (13/11/2025).

Sementara itu, pemerintah lokal Gaza menuduh militer Israel melakukan 282 pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata, termasuk 124 serangan udara, 12 serangan ke kawasan permukiman, serta 52 pengeboman bangunan sipil. Akibatnya, 242 warga Palestina tewas dan lebih dari 620 orang luka-luka.

Gencatan senjata yang mulai berlaku sejak 10 Oktober 2025 merupakan bagian dari inisiatif Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang mencakup pertukaran sandera dan tahanan, serta rencana rekonstruksi Gaza dan pembentukan pemerintahan baru tanpa melibatkan Hamas.

Namun, juru bicara militer Israel mengklaim serangan tersebut merupakan tindakan defensif untuk menghancurkan infrastruktur Hamas. Sejak pecahnya konflik pada Oktober 2023, lebih dari 69.000 warga Palestina dilaporkan tewas — sebagian besar perempuan dan anak-anak — akibat agresi militer Israel di Gaza.

Komentar