WHO: 16 Ribu Pasien Gaza Menunggu Evakuasi Medis di Tengah Runtuhnya Sistem Kesehatan

Gaza (Riaunews.com) – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan lebih dari 16.000 pasien di Jalur Gaza saat ini menunggu evakuasi medis ke luar negeri karena membutuhkan perawatan yang tidak dapat dilakukan di wilayah tersebut. Kondisi sistem kesehatan di Gaza disebut berada dalam tahap sangat kritis akibat blokade berkepanjangan dan kekurangan pasokan medis.

Melansir dari WAFA Agency, Rabu (12/11/2025), WHO menyebut bahwa sebagian besar rumah sakit di Gaza kini tidak dapat beroperasi optimal karena kelangkaan bahan bakar dan keterbatasan peralatan medis. Dalam pernyataannya pada Senin (10/11/2025), WHO menyerukan tindakan segera dari komunitas internasional untuk mencegah runtuhnya sistem layanan kesehatan di wilayah konflik itu.

WHO juga meminta lebih banyak negara bersedia menerima pasien dan korban luka dari Gaza agar mereka dapat memperoleh perawatan medis yang memadai. Ribuan orang dilaporkan membutuhkan operasi mendesak, namun tidak bisa dilakukan di Gaza karena minimnya fasilitas dan tenaga medis. “Pemindahan mereka ke luar wilayah menjadi kebutuhan kemanusiaan yang mendesak,” tegas WHO.

Organisasi itu juga menyerukan agar semua jalur penyeberangan dibuka kembali untuk memastikan kelancaran arus bantuan kemanusiaan. Bantuan tersebut mencakup pasokan medis, bahan bakar, serta kebutuhan pokok lain yang sangat diperlukan guna menyelamatkan ribuan nyawa warga sipil di Gaza.

WHO memperingatkan bahwa setiap keterlambatan dalam pengiriman bantuan akan semakin memperburuk krisis kesehatan yang kini sudah berada di titik kritis. Banyak rumah sakit dilaporkan tidak lagi mampu menampung pasien baru, sementara beberapa fasilitas medis telah berhenti beroperasi total.

“Situasi ini tidak dapat dipertahankan lebih lama lagi,” tegas WHO dalam pernyataannya. Organisasi itu menekankan pentingnya solidaritas internasional dan meminta negara-negara di dunia untuk berbagi tanggung jawab dalam mengevakuasi pasien Gaza yang membutuhkan bantuan segera. WHO menyatakan pasokan medis telah disiapkan di perbatasan dan siap dikirim begitu jalur penyeberangan dibuka.

Komentar