El-Fasher (Dok. Riaunews.com) – Menteri Luar Negeri Sudan, Mohieldin Salem, mengecam keheningan komunitas internasional terhadap kekejaman yang dilakukan pasukan Rapid Support Forces (RSF) di El-Fasher dan Bara. Kecaman tersebut disampaikan Salem dalam pertemuannya dengan Direktur Jenderal Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM), Amy Pope, di Port Sudan.
Salem menegaskan, RSF telah melakukan pelanggaran berat terhadap warga sipil di dua wilayah tersebut. Ia menyerukan agar dunia internasional segera mengambil langkah konkret untuk menetapkan RSF sebagai organisasi teroris. Menurutnya, kekerasan yang terus terjadi di Darfur dan Kordofan tidak boleh dibiarkan tanpa respons global.
“Dunia harus bersatu melawan kekejaman yang terjadi di Darfur dan Kordofan,” ujar Salem. Ia menegaskan komitmen pemerintah Sudan dalam mendukung kegiatan kemanusiaan serta menjamin keselamatan para pekerja kemanusiaan yang berada di wilayah konflik.
Dalam kesempatan itu, Salem juga menyoroti kerja sama berkelanjutan antara pemerintah Sudan dan IOM, terutama dalam program pemulangan sukarela migran Sudan. Ia menilai kemitraan tersebut penting untuk memperkuat stabilitas sosial di tengah krisis yang berkepanjangan.
Sementara itu, Direktur Jenderal IOM Amy Pope menyampaikan solidaritasnya terhadap rakyat Sudan dan mengecam pengambilalihan kota El-Fasher oleh RSF baru-baru ini. Ia menyoroti pelanggaran luas terhadap warga sipil yang telah memaksa ribuan orang mengungsi ke al-Dabba dan Tawila demi mencari perlindungan.
Pope memastikan, IOM akan memperkuat kemitraan dengan pemerintah Sudan untuk memenuhi kebutuhan kemanusiaan para pengungsi baru. Menurut laporan IOM, hampir 89.000 orang telah mengungsi dari El-Fasher dan sekitarnya akibat pertempuran, sementara pemimpin RSF Mohamed Hamdan Dagalo (Hemedti) mengakui adanya pelanggaran oleh pasukannya.







Komentar