Oleh Nora bunda Zubair, Aktivis Muslimah
Hilang tanpa jejak. Sulit untuk ditemukan bahkan hanya tersisa percikan darah dan beberapa potong kecil tubuh manusia.
Sadis memang kejahatan Zionis Israel kepada kaum Palestina. Kejahatan perang yang seolah tidak menghargai nyawa musuh mereka. Mereka selalu memikirkan cara untuk menang agar bisa segera merampas hak rakyat Palestina.
Aljazeera menelusuri bahwasanya semenjak serangan 7 Oktober 2023 telah hilang jasad warga Palestina sebanyak 2.842 hilang tanpa jejak. (Metrotvnews.com, 15/02/2026)
Usaha pelenyapan warga Palestina tersebut menggunakan senjata yang dipasok oleh negara Amerika Serikat yaitu senjata terlarang dengan jenis termal ( thermal weapons). Bahkan kalangan militer mengidentifikasi senjata thermobaric yang mampu menghasilkan energi panas sebesar 3.500 derajat Celsius ketika meledak, menjadi penyebab lenyapnya warga Palestina yang hancur menguap tanpa jejak. Hanya tersisa ceceran darah dan sedikit potongan daging kecil milik warga Palestina.
Biadab tingkat dewa yang dilakukan oleh Zionis tersebut. Dukungan elit sistem sekuler kapitalis seperti Amerika dan beberapa yang ikut pada BOP ( Board of Peace) menjadikan langgeng genosida yang terjadi di Palestina.
Sistem saat ini yang menghasilkan pemimpin negeri yang menjadi boneka, yang mudah diatur oleh Zionis dan sekutunya. Seolah penderitaan yang berlangsung 3 tahun semenjak 2023 yang terjadi di Palestina adalah hal yang biasa. Kepasrahan seolah ditunjukkan oleh pemimpin- pemimpin negeri muslim, seolah tidak ada jalan keluar melihat kabar penderitaan di Palestina. Mereka harus tunduk pada pembiaran kebiadaban Zionis yang semakin berkembang dari waktu ke waktu.
Umat Muslim Pantang Tunduk Pada Penindasan dan Genosida
Umat muslim yang mencintai Rasulullah haruslah berontak, marah, kesal, dan bertekad menghancurkan kebiadaban Zionis dan sekutunya. Karena ketiadaan rasa itu menampakkan ketipisan bahkan kehancuran iman di dada seorang muslim.
Namun, perlu kita pikirkan dengan mendalam dan cermat. Kekuatan Zionis itu mesti dijatuhkan dengan lawan yang seimbang. Sebuah Negara adidaya juga yang mampu membuat lemah mental Zionis. Bahkan mematahkan semangat Zionis dan sekutunya merampas tanah Palestina.
Hanya Negara yang bersyariah Islam saja yang mampu mengatur negerinya ala Rasulullah yang akan menang. Bukan negara abal-abal seperti negeri muslim saat ini. Mengaku cinta Allah dan Rasul-Nya namun ketika Palestina selalu memanggil mereka mati kutu.
Harapan Zionis juga akan punah karena negara dengan syariat Islam akan bertekad tinggi karena Allah untuk tidak akan rela memberikan sedikitpun tanah bagi zionis. Penderitaan rakyat walaupun satu orang akan diperhatikan bahkan dibalaskan kepada Zionis terlaknat.
Maka kemauan kaum muslimlah yang menjadi kunci penegakan negara tersebut. Selain itu kemampuan kaum muslim mengalahkan kafir akan bertambah seiring dengan keyakinan mereka kepada Allah. Bahwa tidak akan ada kemenangan tanpa syariat. Tak akan ada syariat tanpa kepemimpinan Islam.







Komentar