UNICEF: Lebih dari Satu Juta Anak di Gaza Masih Kekurangan Air dan Makanan

Internasional259 Dilihat

Janewa (Riaunews.com) – RUNICEF melaporkan bahwa lebih dari satu juta anak di Jalur Gaza masih kekurangan air bersih dan makanan, meskipun telah diberlakukan gencatan senjata. Ribuan anak dilaporkan tidur dalam keadaan lapar setiap malam di tengah keterbatasan pasokan bantuan kemanusiaan.

Melansir dari WAFA Agency, Selasa (4/11/2025), juru bicara UNICEF Tess Ingram menyebut sekitar 650.000 anak membutuhkan akses kembali ke sekolah setelah fasilitas pendidikan banyak yang hancur akibat konflik. “Gencatan senjata memang kabar baik karena menandai berakhirnya pemboman, tetapi itu saja tidak cukup untuk menghentikan kelaparan atau memastikan akses terhadap air bersih,” ujarnya.

Ingram menjelaskan, kerusakan infrastruktur di Gaza sangat parah. Sistem air bersih dan layanan kesehatan hampir lumpuh, membuat banyak keluarga berjuang untuk bertahan hidup setiap hari. Jumlah bantuan yang masuk ke wilayah tersebut memang meningkat setelah gencatan senjata, namun masih jauh di bawah tingkat pasokan sebelum perang.

Akibat situasi ini, ribuan anak di Gaza masih tidur dengan perut kosong, sementara sebagian lainnya dirawat di rumah sakit dengan kondisi memprihatinkan karena kekurangan dokter dan obat-obatan. UNICEF menyebut kondisi kemanusiaan di wilayah itu masih sangat genting.

UNICEF menyerukan peningkatan bantuan kemanusiaan dan pemulihan infrastruktur dasar sesegera mungkin. Ingram menegaskan, anak-anak merupakan pihak paling terdampak perang dan membutuhkan perhatian dunia. “Komunitas internasional harus segera bertindak agar kebutuhan dasar anak-anak Gaza terpenuhi dan krisis kemanusiaan yang lebih parah dapat dicegah,” pungkasnya.

Komentar