Kasus Influenza di Kuantan Singingi Meningkat, Masyarakat Diminta Waspada

Kesehatan, Kuansing271 Dilihat

Kuantan Singingi (Riaunews.com) – Jumlah warga yang mengalami gejala influenza dan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dilaporkan meningkat di wilayah Inuman, Kabupaten Kuantan Singingi, sejak akhir Oktober 2025. Peningkatan kasus ini disampaikan oleh tenaga medis Puskesmas Inuman, Optimis Sriwati, yang menyoroti sifat virus influenza yang semakin dinamis dan mudah bermutasi.

“Virus influenza patut diwaspadai karena kemampuannya berevolusi sangat cepat. Ia bisa bermutasi, melakukan rekombinasi, dan menciptakan varian baru yang bisa menurunkan efektivitas kekebalan tubuh, baik dari vaksin maupun infeksi alami sebelumnya,” ujar Sriwati, Sabtu (1/11/2025).

Sriwati menjelaskan, mayoritas pasien yang datang ke Puskesmas Inuman mengeluhkan gejala seperti demam, batuk, pilek, nyeri tenggorokan, dan rasa lemas. Kasus serupa ditemukan pada semua kelompok usia, mulai dari bayi hingga lansia. “Rata-rata pasien yang datang mengalami gejala influenza. Kasusnya meningkat di semua kelompok usia,” jelasnya.

Meskipun belum merinci angka pasti, pihak puskesmas memastikan laporan mingguan dan bulanan kasus influenza sudah dikumpulkan untuk dianalisis. “Untuk jumlah pastinya nanti kami cek kembali datanya. Yang jelas, laporan mingguan kami menunjukkan ada peningkatan signifikan,” tambahnya.

Sebagai langkah pencegahan, Sriwati mengimbau masyarakat agar menjaga kebersihan diri dan lingkungan, serta menerapkan etika batuk dan bersin yang benar. “Hindari kontak erat dengan orang yang menunjukkan gejala flu, gunakan masker jika merasa sakit, dan terapkan etika batuk serta bersin yang benar,” pesannya. Ia juga mengingatkan warga untuk menjaga daya tahan tubuh dengan mengonsumsi makanan bergizi, beristirahat cukup, dan rutin berolahraga.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kuantan Singingi, Aswandi, mengatakan hingga saat ini belum ada laporan resmi yang masuk dari puskesmas terkait peningkatan kasus influenza. “Info dari Bidang P2P (Pencegahan dan Pengendalian Penyakit), sampai saat ini belum ada laporan masuk mengenai kasus influenza tersebut. Namun, bidang P2P sudah mensosialisasikan tata cara penanganan dan pelaporan bila kasus dijumpai,” ujar Aswandi.

Komentar