WHO: Tingkat Kelaparan di Gaza Tak Turun Meski Gencatan Senjata

Internasional178 Dilihat

Jenewa (Riaunews.com) – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menegaskan bahwa tingkat kelaparan di Gaza tidak mengalami penurunan sejak diberlakukannya gencatan senjata antara Israel dan Hamas. WHO juga mencatat, jumlah bantuan yang masuk ke wilayah tersebut masih jauh di bawah kebutuhan minimum warga.

Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, menyebut situasi di Gaza masih bersifat katastrofik. Dalam keterangannya yang dikutip dari Al Arabiya, Jumat (24/10/2025), Tedros mengatakan bantuan yang masuk belum mampu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.

“Tidak ada perubahan berarti terhadap tingkat kelaparan di Gaza karena jumlah makanan yang masuk masih sangat terbatas,” ujarnya. Berdasarkan kesepakatan gencatan senjata yang ditengahi Presiden AS Donald Trump pada 10 Oktober lalu, 600 truk bantuan seharusnya diizinkan masuk setiap hari, namun hingga kini hanya 200 hingga 300 truk yang benar-benar mencapai Gaza — sebagian besar di antaranya membawa barang komersial, bukan bantuan kemanusiaan.

Tedros menyoroti bahwa banyak warga Gaza tak mampu membeli barang-barang tersebut, sehingga hanya sebagian kecil yang benar-benar mendapatkan manfaat. “Hal itu mengurangi jumlah orang yang bisa terbantu,” tegasnya.

Selain kelaparan, WHO juga menyoroti keruntuhan total sistem kesehatan Gaza. Dari 36 rumah sakit yang ada, hanya 14 yang masih beroperasi sebagian, dengan kekurangan parah dalam obat-obatan, peralatan medis, dan tenaga kesehatan. “Tidak ada rumah sakit yang berfungsi penuh di Gaza,” ungkap Tedros.

WHO berupaya meningkatkan pasokan medis dan mengirim tim darurat tambahan. Namun, lembaga tersebut memperkirakan biaya untuk membangun kembali sistem kesehatan Gaza mencapai sedikitnya US$7 miliar atau sekitar Rp116,4 triliun. Tedros menutup dengan peringatan keras bahwa krisis kemanusiaan di Gaza “masih jauh dari selesai.”

Komentar