Baku (Riaunews.com) – Max Verstappen meraih kemenangan beruntun di Monza dan Baku, namun pembalap Red Bull itu enggan terbawa euforia soal peluang mempertahankan gelar juara dunia Formula 1 2025.
Sang juara bertahan kini tertinggal 69 poin dari pemuncak klasemen sementara, Oscar Piastri. Lando Norris berada di posisi kedua, membelah jarak Verstappen dengan rekan setimnya di McLaren. Kebangkitan Red Bull dipicu revisi lantai mobil di Monza dan peningkatan pemahaman teknis. Penasihat tim, Helmut Marko, menegaskan hasil di Baku bukan kebetulan. “Ini menunjukkan mobil kami sudah melangkah jauh. Pendekatan baru yang kami bahas berhasil,” ujarnya.
Namun Marko menilai Singapura akan menjadi ujian sesungguhnya. “Balapan itu selalu panas, dengan downforce tinggi, yang biasanya menyulitkan mobil kami. Itu akan jadi tolok ukur sebenarnya,” katanya.
Verstappen tetap merendah. “Itu terlalu berlebihan. Semua harus berjalan sempurna dari sisi saya, dan sedikit keberuntungan dari sisi mereka,” ucapnya kepada Sky Sports F1.
Meski begitu, kemenangan terbaru Red Bull kembali menyalakan harapan. “Jika kami kompetitif di Singapura, mungkin kami bisa mulai bermimpi,” tambah Marko.
Di sisi lain, Yuki Tsunoda mulai menunjukkan perbaikan performa. Meski berada di peringkat 17 klasemen, ia mencatat finis keenam di Baku. “Saya akan mencoba mengeluarkan performa maksimal. Jika bisa mendukung Max, itu bagus,” kata Tsunoda, yang posisinya di Red Bull masih belum aman hingga 2026.
GP Singapura jadi Kunci Verstappen untuk Pertahankan Gelar Juara Dunia
Baku (Riaunews.com) – Max Verstappen meraih kemenangan beruntun di Monza dan Baku, namun pembalap Red Bull itu enggan terbawa euforia soal peluang mempertahankan gelar juara dunia Formula 1 2025.







Komentar