WHO: Staf Ditahan Militer Israel di Gaza, Operasi Kemanusiaan Terganggu

Gaza (Riaunews.com) – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan bahwa dua stafnya ditahan oleh militer Israel dalam sebuah penggerebekan di rumah mereka di Jalur Gaza. Peristiwa ini disebut semakin menghambat operasi kemanusiaan di wilayah tersebut yang tengah dilanda konflik berkepanjangan.

Dalam pernyataan resminya melalui platform X, WHO menyebut militer Israel memasuki tempat tinggal staf mereka dan memaksa perempuan serta anak-anak mengungsi dengan berjalan kaki ke Al-Mawasi, wilayah pesisir yang saat ini menjadi zona evakuasi. Sementara itu, staf pria dan anggota keluarga mereka disebut mengalami perlakuan kasar.

“Staf pria dan anggota keluarga diborgol, ditelanjangi, diinterogasi di tempat, dan diperiksa dengan todongan senjata. Dua staf WHO dan dua anggota keluarga ditahan. Tiga orang kemudian dibebaskan, sementara satu anggota staf masih ditahan,” tulis WHO.

Organisasi kesehatan di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) itu menegaskan bahwa insiden ini telah mengganggu kehadiran operasional mereka di Gaza. WHO menyebut perintah evakuasi terbaru Israel juga berdampak pada beberapa fasilitas mereka di wilayah kantong Palestina itu.

“Sebagai badan kesehatan utama PBB, kehadiran operasional WHO di Gaza kini terganggu, melumpuhkan upaya untuk mempertahankan sistem kesehatan yang runtuh dan semakin mempersulit upaya bertahan hidup bagi lebih dari dua juta orang,” tegas WHO.

Sementara itu, pada Senin (21/7), sebanyak 25 menteri luar negeri dari berbagai negara—sebagian besar berasal dari Eropa—mengeluarkan pernyataan bersama yang menyerukan diakhirinya perang di Gaza secara segera dan dimulainya kembali pengiriman bantuan kemanusiaan secara penuh ke wilayah tersebut.

Komentar