Pekanbaru (Riaunews.com) – Upaya penanganan stunting di Provinsi Riau pada tahun 2025 menunjukkan hasil signifikan. Berdasarkan data terbaru dari 12 kabupaten/kota, angka prevalensi stunting berhasil ditekan hingga 3,29 persen, jauh di bawah target pemerintah provinsi sebesar 15 persen.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Riau, Yane, menjelaskan data tersebut diperoleh dari penimbangan serentak yang dilaksanakan seluruh Puskesmas sepanjang Agustus 2025. “Hasil ini membuktikan bahwa intervensi masif yang dilakukan membuahkan hasil signifikan,” ujarnya, Sabtu (20/9).
Sebagai perbandingan, prevalensi stunting Riau pada 2024 masih 20,1 persen berdasarkan survei Kementerian Kesehatan. Penurunan drastis pada 2025 disebut sebagai hasil kerja sama lintas sektor dari tingkat kabupaten/kota hingga pusat.
Program prioritas yang dijalankan meliputi Pengukuran dan Penimbangan Balita Serentak, serta pemberian Vitamin A secara massal. Hingga 12 September 2025, tercatat 339.618 balita atau 89,76 persen dari total sasaran telah diukur dan ditimbang, dengan data diinput ke aplikasi Sigizikesga.
Dari hasil pengukuran, ditemukan 10.011 balita mengalami stunting (3,29 persen), 9.684 balita mengalami wasting (3,14 persen), dan 13.388 balita mengalami underweight (4,39 persen). Semua indikator menunjukkan tren penurunan tajam dibanding tahun sebelumnya.
“Ke depan, kami akan terus memperkuat kolaborasi lintas sektor agar angka stunting di Riau bisa ditekan mendekati nol. Harapannya, generasi Riau tumbuh sehat, cerdas, dan siap bersaing di masa depan,” tegas Yane.







Komentar