Yuki Tsunoda dalam Tekanan dan Sulit Bersinar di Red Bull

Motorsport455 Dilihat

Azerbaijan (Riaunews.com) – Yuki Tsunoda menghadapi tekanan besar setelah promosi ke Red Bull Racing di Formula 1. Pembalap Jepang itu baru mengumpulkan sembilan poin sejak naik kelas, dan Helmut Marko menyebut Grand Prix Meksiko akhir Oktober sebagai tolok ukur penting bagi masa depannya. Tiga balapan ke depan pun dinilai akan sangat krusial.

Isack Hadjar disebut sebagai kandidat terkuat untuk promosi ke tim utama pada F1 2026. Sementara itu, Tsunoda sendiri tidak menutup kemungkinan kembali ke Racing Bulls jika gagal mempertahankan posisinya. “Saya harus fokus pada jangka panjang, terutama untuk saat ini,” ujarnya di Baku jelang GP Azerbaijan.

Performa Tsunoda terlihat kontras antara sesi kualifikasi dan balapan. Ia mampu masuk Q3 di Monza dan rata-rata hanya terpaut dua persepuluh detik dari Max Verstappen, meski menggunakan paket mobil yang lebih lama. Namun, pada hari balapan, gap melebar signifikan, bahkan ia tertinggal hingga 80 detik dari Verstappen di Monza meski mengalami kerusakan ringan.

Masalah utama yang dihadapi Tsunoda adalah kecepatan jangka panjang dan degradasi ban. “Entah kenapa ban terasa sangat aus. Hingga FP3 kami mencoba mencari tahu penyebabnya, tapi tidak menemukannya,” katanya. Kondisi ini membuat Tsunoda harus sering mengubah setelan mobil, meski ia sudah puas dengan keseimbangan yang ada.

Menurut Tsunoda, hal tersebut menjelaskan mengapa dirinya masih bisa kompetitif dalam satu lap, tetapi kesulitan menjaga performa ban dalam jarak balapan penuh. “Saya hanya kurang dalam jangka panjang. Kami bekerja sangat keras, baik dari sisi saya maupun tim, untuk menyatukan semuanya,” tambahnya.

Situasi ini membuat masa depan Tsunoda bersama Red Bull semakin tidak pasti. Hasil di tiga balapan mendatang akan sangat menentukan apakah ia tetap bertahan di tim utama atau kembali ke Racing Bulls, sementara peluang Hadjar untuk promosi semakin terbuka lebar.

Komentar