COTA, Sirkuit Unik yang Jadi Ikon Formula 1 di Amerika Serikat

Motorsport189 Dilihat

Texas (Riaunews.com) – Sirkuit Circuit of the Americas (COTA) di Austin, Texas, pertama kali masuk kalender Formula 1 pada 2012. Dirancang oleh arsitek ternama Hermann Tilke, COTA memiliki ciri khas berbeda dibandingkan sirkuit modern lainnya karena perbedaan elevasi yang ekstrem serta kombinasi tikungan yang meniru sirkuit legendaris dunia. Tikungan 3 hingga 6, misalnya, terinspirasi dari Maggots–Becketts–Chapel di Silverstone, sementara tikungan 16 hingga 18 mengadopsi gaya tikungan kiri ganda Istanbul Park.

Daya tarik utama sirkuit ini justru terletak pada tikungan pertamanya yang menanjak tajam, terinspirasi dari Red Bull Ring di Austria. Karakteristik unik itu membuat start balapan di Austin selalu menarik. Namun di sisi lain, COTA juga dikenal karena permukaannya yang bergelombang, akibat tanah yang tidak stabil di bawah lintasan. Masalah ini sering memaksa pihak pengelola melakukan perbaikan besar maupun kecil setiap tahunnya.

Sejak debutnya, COTA telah menjadi tuan rumah tetap F1 dari 2012 hingga 2019, sebelum dua edisi terhenti akibat pandemi COVID-19. Meski usianya relatif muda, sirkuit ini sudah mencatat dua momen penting dalam sejarah Formula 1: penentuan gelar juara dunia Lewis Hamilton pada 2015 dan 2019. Pada 2015, Hamilton menang dramatis dalam balapan basah melawan Nico Rosberg, sedangkan pada 2019 ia memastikan gelar meski finis di posisi kedua di belakang Valtteri Bottas.

Dengan panjang 5,513 kilometer dan 20 tikungan, para pembalap harus menuntaskan 56 lap untuk menyelesaikan Grand Prix dengan total jarak 308,405 kilometer. Untuk balapan sprint, total putaran dikurangi menjadi 19 lap. Kombinasi lintasan cepat dan tikungan teknis menjadikan COTA salah satu sirkuit paling menantang di kalender F1 modern.

Akhir pekan ini, cuaca di Austin diperkirakan cerah dan panas, dengan suhu udara mencapai 30 derajat Celsius atau lebih selama tiga hari balapan. Kondisi ini akan membuat manajemen ban menjadi faktor krusial bagi setiap tim.

Menariknya, McLaren belum pernah menang di GP Amerika Serikat sejak 2012, ketika Lewis Hamilton—yang kala itu masih membela tim tersebut—menjadi pemenang pertama di sirkuit COTA. Kini, tim asal Woking berharap bisa mengulang kesuksesan itu lewat duet muda Lando Norris dan Oscar Piastri di lintasan ikonik Amerika ini.

Komentar