Ferrari Dicap Gagal Maksimalkan Potensi SF-25 di GP Azerbaijan

Motorsport319 Dilihat

Pekanbaru (Riaunews.com) – Ferrari gagal memanfaatkan peluang emas di Sirkuit Baku, salah satu trek yang sebelumnya diidentifikasi sebagai arena potensial untuk bersaing memperebutkan kemenangan. Meski tampil menjanjikan di beberapa sesi, tim Merah tidak mampu mengubah performa SF-25 menjadi hasil konkret sepanjang akhir pekan.

Pada latihan bebas, Ferrari mencoba pendekatan kompromi dengan menggunakan sayap belakang dari Spa-Francorchamps. Konfigurasi ini menambah stabilitas di sektor lambat, tetapi mengurangi kecepatan di trek lurus. Upaya kompensasi lewat pemotongan flap DRS tidak berjalan efektif karena kondisi lintasan yang kotor usai hujan, dedaunan, dan angin kencang.

Kondisi cuaca yang lebih dingin dari perkiraan membuat pilihan pengaturan Ferrari justru menjadi tidak efektif. Hal ini berdampak pada keseimbangan mobil, khususnya di area yang sebelumnya menjadi kekuatan SF-25. Bahkan Lewis Hamilton sempat menyinggung masalah serupa, yang memperkuat indikasi bahwa strategi Ferrari tidak sesuai dengan perkembangan lintasan.

Masalah teknis juga menghantui Charles Leclerc. Pembalap asal Monako itu mengalami gangguan pada sistem hibrida, dengan dorongan listrik yang tidak konsisten saat menyerang maupun bertahan. Frederic Vasseur, Team Principal Ferrari, mengonfirmasi adanya kesalahan teknis yang bisa mengurangi waktu Leclerc sekitar dua persepuluh detik per lap.

Situasi ini semakin menyulitkan Leclerc, terutama setelah periode Safety Car akibat insiden Oscar Piastri. Ia diberitahu tim bahwa pemetaan untuk daya listrik maksimum tidak tersedia. Bahkan dalam duel melawan Yuki Tsunoda, dorongan listrik yang seharusnya menjadi senjata andalan justru terputus di beberapa titik krusial.

Lap ke-14 menjadi momen yang memperlihatkan batasan Ferrari. Meskipun Leclerc mampu mendekat dengan penggunaan dorongan hibrida, ia tetap kesulitan menyalip Tsunoda. Kesulitan ini menegaskan bahwa masalah utama Ferrari bukan hanya kecepatan puncak, melainkan juga manajemen energi di tikungan terakhir sebelum trek lurus terpanjang di Baku.

Komentar