Pekanbaru (Riaunews.com) – Pierre Gasly resmi memperpanjang kontrak tiga tahun bersama Alpine meski tim tersebut belum mampu menampilkan mobil kompetitif dalam beberapa musim terakhir. Keputusan ini diambil saat Alpine masih berjuang dengan perombakan manajemen dan strategi teknis jangka panjang.
Gasly mengakui dirinya sempat mencari opsi lain di grid Formula 1. Namun, ia menilai tidak ada kursi kompetitif yang tersedia di tim besar seperti McLaren, Ferrari, maupun Mercedes. Ia menegaskan perpanjangan kontrak dengan Alpine menjadi pilihan terbaik demi masa depannya.
“Sejujurnya, saya yakin ini adalah pilihan yang sangat kuat. Bagus memiliki kejelasan dan komitmen dari kedua sisi,” kata Gasly setelah Grand Prix Italia. “Saya merasa berada di tempat yang jauh lebih baik daripada saat saya tiba, jadi saya pikir ini berdampak positif bagi semua orang.”

Gasly menerima strategi Alpine yang sejak awal mengorbankan pengembangan mobil 2025 untuk fokus ke regulasi baru 2026. Ia percaya stabilitas teknis di bawah David Sanchez serta manajemen Flavio Briatore akan membawa tim ke arah yang lebih baik.
Alpine juga memperkuat struktur organisasi dengan kembalinya Steve Nielsen sebagai direktur pelaksana. Selain itu, tim Enstone kini memiliki simulator driver-in-loop baru untuk mendukung pengembangan mobil musim depan.
Faktor lain yang menumbuhkan optimisme Gasly adalah rencana penggunaan power unit Mercedes mulai 2026. Keputusan tersebut diyakini bisa memberi peningkatan performa signifikan, seiring reputasi Mercedes yang dianggap paling maju dalam proyek mesin baru F1.







Komentar