Pekanbaru (Riaunews.com) – McLaren mengoleksi 617 poin di klasemen konstruktor Formula 1 2025 dengan delapan seri tersisa. Tim asal Woking itu berpeluang menembus rekor poin tertinggi sepanjang sejarah jika mempertahankan konsistensi performa hingga akhir musim.
Dengan sisa delapan grand prix dan tiga sprint race, total 389 poin masih tersedia. Jika meraih hasil 1-2 di setiap balapan, McLaren bisa melewati batas 1.000 poin, jauh melampaui rekor Red Bull dengan 860 poin pada 2023.
McLaren kini unggul 337 poin dari Ferrari di posisi kedua. Untuk memastikan gelar lebih cepat di Grand Prix Azerbaijan, McLaren harus unggul 346 poin. Skenarionya, Oscar Piastri dan Lando Norris wajib finis 1-2 di Baku agar tim bisa merayakan gelar juara konstruktor kedua secara beruntun.
Jika gagal meraih kemenangan, McLaren tetap bisa mengunci gelar di Baku dengan syarat meraih sembilan poin lebih banyak dari Ferrari, kalah tipis dari Mercedes, serta menjaga jarak aman dari Red Bull. Jika tidak, penentuan gelar berlanjut ke Singapura.
Ferrari sendiri harus menang 1-2 di Azerbaijan untuk memperpanjang perebutan gelar. Jika hanya satu mobil finis terdepan, skenario poin McLaren di posisi dua dan tiga tetap bisa menunda pesta juara tim oranye.
Mercedes dan Red Bull secara matematis masih memiliki peluang, tetapi syaratnya sangat berat. Mercedes harus meraih kemenangan di Baku sambil berharap McLaren gagal finis, sementara Red Bull wajib mengamankan setidaknya 33 poin dengan syarat McLaren tidak menambah angka.







Komentar