Buriram (Riaunews.com) – Pembalap VR46, Fabio Di Giannantonio, meminta pengawasan yang lebih ketat dari steward MotoGP demi meningkatkan keselamatan saat start balapan. Hal ini ia sampaikan usai insiden yang melibatkannya dengan Alex Marquez pada lap pembuka sprint Grand Prix Thailand di Buriram.
Insiden terjadi saat keduanya berebut posisi keempat menuju tikungan pertama. Marquez yang melesat dari posisi ketujuh mencoba menyalip dari sisi dalam, namun harus menghindari Raul Fernandez yang berada di depan. Situasi itu membuat kedua pembalap melebar dan kehilangan posisi hingga tercecer di luar 10 besar. Di Giannantonio akhirnya finis kedelapan, sementara Marquez gagal meraih poin.
Di Giannantonio menilai momen dua tikungan pertama setelah start merupakan situasi paling berbahaya dalam balapan. Ia menegaskan bahwa hampir semua pembalap merasakan ketegangan pada fase tersebut, sehingga diperlukan sanksi yang lebih tegas untuk mencegah manuver berisiko tinggi.
Ia juga mengungkapkan sudah menyampaikan pandangannya kepada race direction agar ke depan hukuman diperberat pada insiden di tikungan awal. Menurutnya, langkah tersebut bisa mendorong pembalap lebih berhati-hati dan saling menghormati di lintasan.
Sementara itu, Marquez membela aksinya dengan menyebut dirinya berada dalam posisi sulit karena terjepit antara Fernandez di depan dan Di Giannantonio di sampingnya. Ia memilih melebar untuk menghindari potensi kecelakaan yang lebih besar jika tetap mengerem keras di dalam tikungan.
Perdebatan soal keputusan steward kembali mencuat setelah sebelumnya Marc Marquez mendapat penalti turun satu posisi karena insiden dengan Pedro Acosta. Di Giannantonio menilai steward harus bertindak layaknya wasit dalam sepak bola—tegas dan konsisten dalam menilai pelanggaran demi menjaga keselamatan seluruh pembalap.







Komentar