Pekanbaru (Riaunews.com) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau melalui Dinas Kesehatan mencatat sebanyak 35 kasus kematian akibat demam berdarah dengue (DBD) sepanjang tahun 2025. Kasus tersebut tersebar hampir di seluruh kabupaten dan kota di wilayah Riau.
Kepala Dinas Kesehatan Riau, Zulkifli, mengatakan angka kematian akibat DBD tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah. “Pada 2025, terdapat 35 orang meninggal dunia akibat DBD. Hampir semua kabupaten kota ada kematian akibat DBD,” ujarnya, Minggu (22/2/2026).
Ia merinci, kasus kematian tertinggi tercatat di Kota Dumai dengan 10 orang. Disusul Kabupaten Kampar dan Indragiri Hilir masing-masing sebanyak 6 orang.
Selanjutnya, Indragiri Hulu dan Rokan Hulu masing-masing mencatat 3 kasus kematian. Kabupaten Bengkalis dan Kepulauan Meranti masing-masing 2 orang, sedangkan Rokan Hilir, Siak, dan Kota Pekanbaru masing-masing 1 orang.
Sementara itu, dua daerah di Riau yakni Kabupaten Pelalawan dan Kuantan Singingi dilaporkan nihil kasus kematian akibat DBD sepanjang 2025.
Untuk menekan angka kematian, Dinas Kesehatan Riau mengimbau masyarakat menerapkan gerakan 3M Plus, yaitu menguras, menutup, dan mendaur ulang barang yang berpotensi menjadi tempat berkembang biak nyamuk, serta langkah tambahan seperti penggunaan obat nyamuk, pemasangan kawat kasa, menanam tanaman pengusir nyamuk, memelihara ikan pemakan jentik, hingga menerapkan pola hidup bersih dan sehat.







Komentar