Pekanbaru (Riaunews.com) – Rasa lelah dan ngantuk saat menjalankan puasa kerap dialami banyak orang. Namun anggapan bahwa sahur dengan nasi menjadi penyebab utama kantuk ternyata tidak sepenuhnya benar.
Dokter spesialis gizi klinik, dr Gaga Irawan Nugraha, SpGK, menegaskan bahwa kantuk saat puasa lebih banyak dipicu oleh kurangnya waktu istirahat. Menurutnya, pola tidur yang berubah selama Ramadan membuat tubuh tidak cukup bugar sehingga mudah mengantuk di siang hari.
Saat bulan puasa, banyak orang harus bangun lebih awal untuk sahur dan salat Subuh, lalu langsung melanjutkan aktivitas harian tanpa sempat beristirahat. Kondisi ini membuat durasi tidur berkurang drastis dan berdampak pada konsentrasi serta energi tubuh.
Selain faktor tidur, asupan makanan juga berpengaruh. Dokter spesialis saraf di Siloam Hospitals TB Simatupang, dr Dina Meliana, menjelaskan bahwa berkurangnya asupan makanan menyebabkan kadar gula darah menurun sehingga tubuh terasa lemas dan otak sulit fokus. Kurangnya cairan saat sahur juga dapat menyebabkan dehidrasi yang memperparah rasa lelah.
Untuk mengurangi rasa ngantuk selama berpuasa, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan. Pertama, tetap berolahraga ringan selama 20–30 menit seperti jalan kaki, jogging, atau bersepeda, terutama setelah berbuka. Kedua, perhatikan asupan sahur dengan gizi seimbang yang mencakup karbohidrat kompleks, protein, lemak sehat, buah, dan sayur. Ketiga, atur suhu ruangan agar tetap sejuk untuk membantu menjaga energi tubuh.
Dengan pola tidur yang cukup, asupan nutrisi seimbang, dan menjaga hidrasi tubuh, rasa kantuk saat berpuasa dapat diminimalkan sehingga aktivitas harian tetap berjalan optimal.







Komentar