Ekonom Sebut Ramadan dan Idulfitri Dorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Jakarta (Riaunews.com) – Ekonom dari Center of Reform on Economics, Yusuf Rendy Manilet, menilai momentum Ramadan dan Idulfitri menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi nasional melalui peningkatan konsumsi masyarakat.

Menurutnya, lonjakan permintaan barang dan jasa selama periode tersebut secara historis selalu memperkuat aktivitas ekonomi domestik pada kuartal berjalan.

“Secara historis Ramadan dan Idulfitri selalu meningkatkan permintaan sehingga aktivitas ekonomi ikut terdorong lebih tinggi dari biasanya,” ujarnya kepada PRO3 RRI.

Konsumsi Meningkat, Tantangan Tetap Ada

Yusuf menyebut stimulus pemerintah turut membantu menjaga daya beli masyarakat, meskipun nilainya lebih kecil dibandingkan tahun sebelumnya. Ia menilai target pertumbuhan ekonomi 5,5 persen masih realistis, namun menghadapi sejumlah tantangan.

Menurutnya, tekanan inflasi serta penurunan daya beli kelas menengah menjadi faktor yang dapat menahan laju pertumbuhan ekonomi tahun ini.

“Kami melihat pertumbuhan berada sekitar lima persen karena tekanan inflasi dan penurunan kelas menengah cukup signifikan,” katanya.

Perlu Penguatan Sektor Riil

Ia menambahkan, sektor transportasi, perdagangan, makanan dan minuman, serta akomodasi menjadi sektor yang paling diuntungkan selama Ramadan dan Idulfitri.

Namun, Yusuf mengingatkan ketergantungan terhadap konsumsi musiman perlu diimbangi dengan penguatan investasi, produksi, dan ekspor agar pertumbuhan ekonomi dapat berkelanjutan.

Sebelumnya, Airlangga Hartarto menyatakan optimistis target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,5 persen pada kuartal I-2026 dapat tercapai, didorong oleh peningkatan konsumsi masyarakat selama Ramadan dan Lebaran.

Komentar