Jakarta (Riaunews.com) – Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) mendukung kebijakan pencantuman label gizi Nutri-Level pada produk makanan dan minuman. Langkah ini dinilai penting untuk menyiapkan generasi muda yang lebih sehat sekaligus mencegah penyakit akibat konsumsi gula, garam, dan lemak berlebihan.
Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Wihaji mengatakan kebijakan tersebut merupakan bagian dari strategi pencegahan yang dimulai dari hulu. “Ini bagian dari penyiapan dari hulunya. Sejak hulu kita kerja bersama-sama karena tidak bisa dilakukan sendirian,” ujar Wihaji dalam keterangan pers di Jakarta, Rabu (15/4/2026).
Ia menegaskan pentingnya kolaborasi lintas kementerian dalam menyiapkan generasi masa depan yang sehat. Menurutnya, sinergi antarinstansi akan membuat program pencegahan penyakit berjalan lebih efektif dan berkelanjutan. “Perintah Presiden jelas, kita harus kolaborasi. Tugas kementerian juga menyiapkan generasi, salah satunya dengan mencegah sejak awal,” katanya.
Wihaji menambahkan, keluarga memiliki peran sentral dalam membentuk pola hidup sehat. Ia menilai kebiasaan konsumsi makanan sehat harus ditanamkan sejak dini di lingkungan keluarga sebagai fondasi utama pembentukan gaya hidup sehat.
Sementara itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan hasil program Cek Kesehatan Gratis menunjukkan tingginya kasus diabetes pada anak di Indonesia. Ia menilai pencantuman label gizi dapat membantu masyarakat lebih bijak dalam memilih produk konsumsi.
“Dengan label tentang kadar gula, garam, dan lemak, masyarakat diharapkan lebih cermat dalam memilih makanan dan minuman,” ujar Budi. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi dengan Kemendukbangga dalam memperkuat edukasi kesehatan berbasis keluarga agar pencegahan penyakit dapat dilakukan sejak dini.







Komentar