Pekanbaru (Riaunews.com) – Sekretaris Daerah (Sekda) Riau, Syahrial Abdi, resmi membuka rangkaian kegiatan Advokasi Kabupaten/Kota Pangan Aman 2026, Monitoring dan Evaluasi (Monev) Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Fisik Bantuan Operasional Kesehatan Pengawasan Obat dan Makanan, serta pengendalian resistensi antimikroba.
Kegiatan tersebut berlangsung di Balai Pauh Janggi, Gedung Daerah, Komplek Kediaman Gubernur Riau, Kamis (16/4/2026). Forum ini menjadi wadah penguatan komitmen lintas sektor dalam meningkatkan kualitas kesehatan dan keamanan pangan di daerah.
Dorong Komitmen Pangan Aman dan Pengawasan Obat
Syahrial Abdi menegaskan, forum ini diarahkan untuk memperkuat komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan kabupaten/kota pangan aman, meningkatkan pengawasan obat dan makanan, serta mengendalikan resistensi antimikroba secara lebih terarah di Provinsi Riau.
“Momentum ini juga menjadi bagian dari upaya kita memastikan bahwa pemanfaatan DAK Non Fisik benar-benar memberikan dampak nyata bagi perlindungan masyarakat,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, berdasarkan dokumen RPJMD Provinsi Riau 2025–2029, daerah masih menghadapi sejumlah tantangan, seperti prevalensi gizi kurang dan stunting yang perlu ditekan, serta perlunya peningkatan ketahanan dan kualitas konsumsi pangan masyarakat.
Tantangan Nyata dan Pentingnya Kolaborasi
Di sisi lain, Syahrial menyebut isu keamanan pangan dan penggunaan obat juga menjadi perhatian serius secara nasional. Hal itu terlihat dari masih ditemukannya peredaran pangan yang tidak memenuhi standar serta penggunaan antibiotik yang tidak tepat yang berpotensi memicu resistensi antimikroba.
“Artinya, tantangan ini nyata dan langsung menyentuh kehidupan masyarakat kita sehari-hari,” katanya.
Ia menekankan, keberhasilan program sangat bergantung pada kolaborasi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, serta pengawasan dari Balai Besar POM. Seluruh upaya tersebut, lanjutnya, harus bermuara pada pencapaian target pembangunan daerah dalam RPJMD 2025–2029, khususnya peningkatan derajat kesehatan masyarakat, penguatan ketahanan dan keamanan pangan, serta penurunan risiko penyakit di tengah masyarakat.







Komentar