Berlin (Riaunews.com) – Pemerintah Jerman menegaskan bahwa warga Palestina harus dilibatkan secara penuh dalam rencana Amerika Serikat untuk membangun kembali Gaza. Berlin menilai keterlibatan penduduk setempat penting agar hak-hak warga Gaza dihormati dan proses rekonstruksi berlangsung adil serta berkelanjutan.
Wakil Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Jerman, Josef Hinterseher, mengatakan pihaknya mencermati rencana rekonstruksi yang dipresentasikan di forum internasional Davos. Konsep tersebut menampilkan pembangunan gedung-gedung bertingkat, kawasan pesisir untuk pariwisata, serta pengembangan permukiman, pertanian, dan industri.
Meski demikian, Jerman menekankan bahwa penduduk Palestina harus terlibat dalam setiap tahap perencanaan dan pelaksanaan pembangunan. Keterlibatan itu dinilai krusial agar rekonstruksi tidak mengabaikan kebutuhan nyata masyarakat Gaza.
Hinterseher juga menyambut baik rencana Amerika Serikat untuk menggelar konferensi rekonstruksi Gaza dalam waktu dekat. Menurutnya, langkah tersebut menjadi sinyal penting bagi upaya pemulihan wilayah yang hancur akibat konflik berkepanjangan.
Sementara itu, Kementerian Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan Jerman menegaskan adanya batasan tegas dalam proses rekonstruksi. Juru bicara kementerian, Lisa Royaee, menyatakan tidak boleh ada aneksasi wilayah Gaza dalam bentuk apa pun.
Ia menambahkan, fokus utama pembangunan kembali harus diarahkan pada kesejahteraan penduduk setempat. Pernyataan ini disampaikan seiring dimulainya fase kedua perjanjian gencatan senjata Gaza, dengan Dewan Perdamaian kini memiliki mandat lebih luas untuk mengawasi rekonstruksi dan pembangunan perdamaian di wilayah rawan konflik.







Komentar